UMP Pastikan Sandi Tak Berkampanye Pilpres 2019

Sandiaga Uno dan Zulkifli Hasan mengenakan jaket almamater UMP seusai dikukuhkan sebagai warga kehormatan civitas academica Universitas Muhammadiyah Purwokerto oleh Rektor H. Syamsuhadi Irsyad di Purwokerto, Selasa (25/9 - 2018). (Antara/Sumarwoto)
26 September 2018 07:50 WIB Newswire Semarang Share :

Semarangpos.com, PURWOKERTO — Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP) memastikan kegiatan pengusaha muslim milenial Sandiaga Salahuddin Uno beserta Ketua MPR Zulkifli Hasan untuk memberikan kuliah umum bukan merupakan kampanye.

"Kami sudah set bahwa acara ini adalah acara akademik, acara kuliah umum, seminar kebangsaan, tidak ada nuansa politik yang kami suguhkan. Kebetulan Bang Sandi [Sandiaga Salahuddin Uno] posisinya sebagai calon wakil presiden," kata Wakil Rektor UMP Bidang Akademik Anjar Nugroho di Purwokerto, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, Selasa (25/9/2018). Anjar mengatakan hal itu kepada wartawan seusai kuliah umum yang menghadirkan pengusaha muslim milenial Sandiaga Salahuddin Uno dan Ketua MPR Zulkifli Hasan di Hotel Grand Karlita, Purwokerto.

Dia mengakui jika acara tersebut semula akan digelar di Kampus UMP, namun dengan berbagai alasan akhirnya dipindahkan ke Hotel Grand Karlita yang dinilai lebih representatif dan daya tampungnya lebih banyak. Selain itu, kata dia, pemindahan tersebut dilakukan karena dikhawatirkan ada pihak-pihak tertentu yang memanfaatkan situasi kampus, sehingga rawan jika tetap digelar di Kampus UMP.

"Kampus memang tempat terlarang untuk melakukan kampanye walaupun sebenarnya kami sudah set bahwa acara ini adalah acara akademik," katanya pula.

Lebih lanjut, Anjar mengatakan pihaknya sudah terbiasa mendatangkan pakar, praktisi maupun akademisi untuk menambah wawasan mahasiswa UMP terkait dengan bidang ilmu yang mereka kembangkan. Karena itu, kata dia, dalam kesempatan tersebut pihaknya mengundang Sandiaga Salahuddin Uno selaku pengusaha muslim milenial dan Zulkifli Hasan selaku Ketua MPR, dengan harapan bisa menginspirasi mahasiswa UMP supaya kelak bisa menjadi orang-orang yang sukses.

Menurut dia, pihaknya terbuka terhadap pakar lainnya meskipun yang bersangkutan sebagai calon presiden maupun wakil presiden asalkan kedatangannya bukan sebagai seorang kandidat. Disinggung mengenai sorakan "huu" yang beberapa kali diteriakkan sejumlah mahasiswa ketika Ketua MPR Zulkifli Hasan menyinggung pencalonannya sebagai wakil presiden, dia mengatakan hal itu terjadi di luar agenda yang direncanakan.

"Itu di luar agenda kami. Kami mendesain acara ini adalah acara akademik, seminar, kuliah kebangsaan, saya kira itu," katanya pula.

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya

Sumber : Antara