PGN Tuntaskan Akuisisi Pertagas Lanjutkan Holding BUMN Migas

Direktur Utama PT PGN Tbk. Gigih Prakoso (kanan) menerima cinderamata dari Vice Chariman IAPMIGAS Achmad Herry seusai menjadi pembicara dalam Acara 7th International Indonesia Gas Infrastructure Conference & Exhibition 2018 di Jakarta, Selasa (25/9 - 2018) (Antara/Humas PGN)
27 September 2018 03:50 WIB Newswire Semarang Share :

Semarangpos.com, SEMARANG — PT Perusahaan Gas Negara Tbk. (PGN) melanjutkan terwujudnya komitmen menyelesaikan proses akuisisi PT Pertamina Gas (Pertagas). Langkah itu merupakan tahap lanjutan seusai induk BUMN Migas (holding BUMN Migas) yang dipimpin oleh PT Pertamina (Persero) resmi berdiri 11 April 2018.

Direktur Utama PGN Gigih Prakoso mengatakan proses akuisisi saat ini masih terus berjalan dan akan diawali dengan pembayaran transaksi pengambilalihan 51% saham Pertagas yang targetnya dilaksanakan pada akhir September 2018. "Pembayaran tersebut merupakan tahap pertama dari rencana dua tahap pelunasan transaksi akuisisi Pertagas dengan total nilai Rp16,6 triliun dan sudah disepakati dua tahap pembayaran," katanya sebagaimana dipublikasikan Kantor Berita Antara dari Kota Semarang, Jawa Tengah, Rabu (26/9/2018).

Gigih menjelaskan pembayaran mayoritas saham Pertagas tahap pertama, akan menggunakan dana kas internal PGN, sementara tahap kedua menggunakan pendanaan yang dicari oleh PGN. PGN telah menandatangani perjanjian jual beli saham bersyarat (Conditional Sales Purchase Agreement/CSPA) dengan Pertamina pada 29 Juni 2018 dan dengan penandatanganan tersebut, PGN menjadi pemilik mayoritas Pertagas sebanyak 51%.

Integrasi bisnis gas tersebut dilakukan untuk mendorong perekonomian dan ketahanan energi nasional, melalui pengelolaan infrastruktur gas yang terhubung dari Indonesia bagian Barat (Arun) hingga Indonesia bagian Timur (Papua). Sekretaris Perusahaan PGN Rachmat Hutama menambahkan dengan penandatanganan CSPA ini tersebut, proses Holding BUMN Migas telah mencapai tahapan yang penting dan sejumlah tujuan baiknya dapat terwujud.

"Harapan kami, Holding BUMN Migas dapat menciptakan kedaulatan dan ketahanan energi yang pastinya membawa manfaat untuk masyarakat dan negara," kata Rachmat.

Setelah proses integrasi selesai, Pertamina sebagai holding BUMN Migas mengarahkan PGN selaku subholding gas mengelola bisnis gas secara terintegrasi di Indonesia. "Pertagas akan diintegrasikan sebagai anak usaha PGN, dalam kerangka holding Migas sebagaimana ditetapkan dalam PP Nomor 06 Tahun 2018," katanya.

Holding BUMN Migas diharapkan menghasilkan manfaat di antaranya menciptakan efisiensi dalam rantai bisnis gas bumi, sehingga tercipta harga gas yang lebih kompetitif kepada konsumen, meningkatkan kapasitas dan volume pengelolaan gas bumi nasional serta dapat meningkatkan kinerja keuangan holding BUMN Migas.

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya

Sumber : Antara