Polisi Antisipasi Kemacetan di Jembatan Tanggulangin

Kasat Lantas Polres Demak AKP Christian Chrisye Lolowang berbincang dengan pelaksana proyek pembangunan Jembatan Kolonel Sunandar di jalur jalan Demak/Kudus. (Antara/Akhmad Nazaruddin Lathif)
27 September 2018 13:50 WIB Newswire Semarang Share :

Semarangpos.com, DEMAK — Satlantas Polres Demak bakal menyiagakan personel yang bertugas di sekitar Jembatan Kolonel Sunandar atau dikenal Jembatan Tanggulangin selama 24 jam untuk antisipasi kemungkinan terjadinya kemacetan arus lalu lintas dari arah Semarang menuju Kudus dan sekitarnya.

Kasat Lantas Polres Demak AKP Christian Chrisye Lolowang di Kudus, Jawa Tengah, Rabu (26/9/2018), mengatakan bahwa petugas yang akan disiagakan nantinya menyusul akan ditutupnya salah satu Jembatan Kolonel Sunandar atau Jembatan Tanggulangin akan dibuatkan jadwal jaga. Di sekitar lokasi jembatan, katanya, akan dibuatkan pos sementara sehingga ketika ada kepadatan arus lalu lintas, petugas bisa ambil tindakan untuk mengurai agar arus lalu lintas kembali lancar.

Terkait rencana penutupan Jembatan Tanggulangin yang diundur, kata dia, sejak awal memang diusulkan demikian, mengingat pada saat bersamaan juga ada proyek pembangunan Jembatan Kalikondang, Buyaran, Demak. "Kalaupun akhirnya ditunda, tentunya saat penutupan salah satu jembatan di Tanggulangin tentunya pengguna jalan tidak terjebak kepadatan arus hingga dua kali," ujarnya.

Untuk memberikan alternatif jalan bagi pengguna jalan, Satlantas Polres Demak juga menyiapkan dua jalur alternatif. Dengan ditutupnya salah satu jembatan di Tanggulangin menyusul adanya proyek pembangunan jembatan yang baru tersebut, maka arus lalu lintas dari arah Semarang yang biasanya melintasi jembatan lama, dialihkan ke jembatan sebelahnya yang selama ini digunakan untuk melintas kendaraan dari arah Pati dan Kudus menuju Semarang, sehingga menjadi dua arah.

Hal itu, dipastikan bakal mengakibatkan terjadinya kepadatan arus lalu lintas dari arah Semarang maupun Pati. Oleh karena itu, Saltantas Polres Demak menyiapkan jalur alternatif untuk arus lali lintas dari arah Semarang bisa melewati Trengguli-Kalinyamatan-Mayong Jepara-Kudus dengan estimasi jarak sekitar 50-an kilometer.

Sementara alternatif kedua, kendaraan yang melintas dari arah Semarang bisa melintasi jalur Purwodadi, dari mulai Jalan Lingkar Demak-Brati-Prawoto-Jalan Lingkar Tanjung Kudus, dengan jarak sekitar 60-an kilometeran. Kedua jalur alternatif tersebut, diprioritaskan untuk kendaraan pribadi, meskipun untuk kendaraan berat juga memungkinkan melalui kedua jalur alternatif tersebut.

Dalam rangka membantu pengemudi mengetahui jalur alternatif tersebut, katanya, akan disediakan rambu serta petugas, sekaligus untuk antisipasi penumpukan arus lalu lintas. Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Underpass Karangsawah dan Jembatan Kolonel Sunandar Alik Mustakim beberapa waktu lalu mengungkapkan bahwa penjadwalan ulang penutupan jembatan diundur menjadi pertengahan bulan Oktober 2018 karena untuk pertimbangan supaya kerugian waktu yang akan dialami pengguna jalan bisa diminimalkan.

Meskipun penutupan diundur, proses pembangunan jembatan dipastikan bisa dituntaskan sesuai perencanaan.

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya

Sumber : Antara