Harga Pakan Naik 20%, Perternak Ayam Jateng Terancam Rugi

Seorang pekerja membersihkan kandang di peternakan ayam ras di Desa Karangnongko, Kecamatan Mojosongo, Boyolali, Selasa (10/7 - 2018). (Solopos/Akhmad Ludiyanto)
27 September 2018 19:50 WIB Newswire Semarang Share :

Semarangpos.com, SEMARANG — Para peternak ayam petelur di Jawa Tengah terancam mengalami kerugian. Harga pakan ayam naik hingga 20%.

"Diperkirakan ada kerugian besar karena kami selama ini mengandalkan jagung sebagai bahan baku pakan ayam," ungkap Ketua Perhimpunan Insan Perunggasan Rakyat Indonesia (Pinsar) Petelur Nasional Jawa Tengah Suwardi saat dihubungi Kantor Berita Antara melalui saluran telepon dari Kota Semarang, Jawa Tengah, Kamis (27/9/2018).

Ia menyebutkan harga pakan ayam berupa jagung mengalami kenaikan dari Rp4.000/kg menjadi Rp5.000/kg. Selain jagung, kata dia, bahan baku untuk ayam petelur berupa day old chicken (DOP) dan kedelai juga mengalami kenaikan hampir 100%, yakni dari Rp5.500/kg menjadi Rp10.000/kg. "Kenaikan harga pakan tersebut jelas sangat memberatkan kami karena harus menanggung kerugian," ujarnya.

Menurut dia, kenaikan harga pakan dipicu kelangkaan jagung yang terjadi sejak Juli 2018 dan hasil panen jagung tidak sepadan dengan kebutuhan para peternak ayam petelur. "Hal itu diperparah dengan harga kedelai sebagai bahan pakan unggas yang juga naik signifikan akibat terkena imbas kebijakan impor dari pemerintah," katanya.

Ia juga mengaku pasrah terkait dengan menurunnya harga ayam petelur, padahal stok di kalangan peternak melimpah. "Saat ini produksi telur ayam di Jateng mencapai 1.200 ton/hari, sedangkan kebutuhan jagung 1.450 ton/hari dengan total populasi ayam petelur 29.500.000 ekor ayam petelur," ujarnya.

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya

Sumber : Antara