Gunung Sindoro-Sumbing Bisa Kembali Didaki

Penutupan operasi pemadaman kebakaran hutan di Gunung Sindoro dan Gunung Sumbing di Kledung, Temanggung, Jateng, Kamis (27/9 - 2018). (Antara/Heru Suyitno)
27 September 2018 23:50 WIB Newswire Semarang Share :

Semarangpos.com, TEMANGGUNG Gunung Sindoro dan Gunung Sumbing yang berada di Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah dalam waktu dekat bakal dibuka kembali untuk pendakian. Kepastian itu disampaikan Administratur Kesatuan Pemangku Hutan Kedu Utara, Erwin.

"Pembukaan jalur pendakian setelah ada kesepakatan Perhutani dengan instansi terkait serta basecamp pengelola pendakian," katanya di Temanggung seusai penutupan operasi pemadaman kebakaran hutan di Gunung Sindoro dan Gunung Sumbing di Kledung, Temanggung, Jateng, Kamis (27/9/2018).

Penutupan jalur pendakian Gunung Sindoro dan Gunung Sumbing sudah dilakukan sejak awal kebakaran, 7 September 2018 silam. Dalam waktu dekat, status itu akan diubah. Jalur pendakian bakal kembali dibuka karena memang kebakaran sudah padam.

"Akan kami buka dalam rangka untuk mengantisipasi karena kalau tidak dibuka kita tidak bisa memantau atau memonitor siapa yang naik ke gunung, melalui jalur mana sehingga kalau terjadi apa-apa bisa memonitor," katanya.

Ia mengatakan nanti akan dibuat surat secara resmi menarik kembali surat penutupan untuk membuka kembali jalur pendakian. "Dalam pembukaan kembali jalur pendakian, kami akan menegaskan hal-hal yang sifatnya penting yang harus diperhatikan oleh basecamp, salah satu contohnya adalah ketika ada pendaki naik harus dicek apa saja yang mereka bawa," katanya.

Ia mengatakan nanti pada masa tanam pihaknya akan menyiapkan bibit di basecamp, ketika ada pendaki naik mereka juga harus membawa bibit yang ada untuk melakukan penanaman atau mungkin kalau tidak bibit disiapkan biji, karena kondisi di Gunung Sumbing dan Sindoro ini kalau dilihat paling puncak bukan berupa tanaman dan tanaman hanya di bagian lereng.

"Nanti akan kita sesuaikan apa saja bibit atau biji yang cocok untuk ditanam di kedua gunung di bekas kebakaran itu," katanya.

Ia mengimbau dengan pembukaan jalur pendakian maka para pendaki tetap harus menjaga kelestarian dan menjaga jangan sampai ada kegiatan yang memicu kebakaran, misalnya membuang puntung rokok sembarangan.

Ia mengatakan jika membuat api unggun atau memasak harus memastikan api benar-benar telah padam kala hendak meninggalkannya. Artinya mereka harus bertanggung jawab dengan perbuatan mereka.

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya

Sumber : Antara