Bulog Jateng Distribusikan 165.000 Sachet Beras Renteng

Ilustrasi beras renteng. (Bisnis)
28 September 2018 16:50 WIB Alif Nazzala Rizqi Semarang Share :

Semarangpos.com, SEMARANG — Perusahaan Umum Badan Urusan Logistik (Perum Bulog) Divisi Regional Jawa Tengah mengklaim telah melakukan pendistribusian beras renteng sebanyak 165.000 sachet sampai akhir September 2018.

Wakil Kepala Perum Bulog Divre Jateng, Juaheni menuturkan beras renteng cukup laris di pasaran. Ini terbukti, dengan semakin banyaknya pedagang yang menjual beras kemasan sachet pada sejumlah pasar tradisional di Jawa Tengah.

"Cukup bagus untuk penjualan beras sachet di Jateng, respon masyarakat juga baik. Nah ini terbukti penjualan beras sachet semakin hari mengalami peningkatan cukup signifikan," ujar Juaheni kepada Jaringan Informasi Bisnis Indonesia (JIBI), Kamis (27/9/2018).

Menurutnya, solusi beras sachet ini sesuai dengan terobosan Direktur Utama Perum Bulog Budi Waseso yang menginginkan beras harus terjangkau ke seluruh lapisan masyarakat, dan tersedia bahkan hingga ke warung-warung kecil, layaknya kopi dan mi instan yang sudah pasti tersedia.

Di sisi lain, keberadaan beras renteng ini diharapkan mampu mencegah mafia beras yang berniat menimbun beras dan membuat harga beras melambung, karena kurangnya ketersediaan di pasaran. "Beras sachet ini sekaligus mempermudah masyarakat dalam memperoleh beras berkualitas premium dengan ukuran yang praktis dan ekonomis," ungkapnya.

Adapun, untuk pendistribusian Perum Bulog Jateng secara bertahap terus memasok beras renteng ke pasar-pasar tradisional dan toko kelontong dengan sistem pesanan berulang. Sementara itu, untuk pengemasan beras sachet, seluruhnya dilakukan di Tambakaji, Semarang dan Solo dengan kapasitas dua ton hingga lima ton per hari.

"Kami secara bertahap mendistribusikan beras sachet ke pasar-pasar tradisional dan beberapa RPK yang ada di Jawa Tengah. Diharapkan, dengan adanya beras sachet semakin memudahkan masyarakat dalam membeli beras dengan harga yang terjangkau," katanya.

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya

Sumber : Bisnis