UMKM Semarang Didorong Pinjam Dana Perkuat Usaha

Anggota Komisi VI DPR Juliari P. Batubara mengunjungi Kampung Lumpia, Kelurahan Kranggan, Kecamatan Semarang Tengah, Kota Semarang, Jawa Tengah. Kamis (27/9 - 2018). (Bisnis)
28 September 2018 04:50 WIB Alif Nazzala Rizqi Semarang Share :

Semarangpos.com, SEMARANG — Kalangan anggota DPR mengajak para pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Kota Semarang, Jawa Tengah memanfaatkan dana pinjaman yang sudah disediakan dari berbagai lembaga untuk memperkuat usaha.

Anggota Komisi VI DPR Juliari P Batubara mengemukakan, bagi yang mencari modal usaha, saat ini bisa meminjam dana lewat Kredit Usaha Rakyat (KUR) dari bank-bank maupun dari Lembaga Pengelola Dana Bergulir (LPDB). "Dari Kementerian dana pembinaan kan sudah tidak ada lagi, jadi sifatnya bisa pinjam apakah melalui KUR dari bank atau LPDB," kata Juliari di sela-sela kegiatan kunjungan kerja di Kampung Lumpia, di Kelurahan Kranggan, Kecamatan Semarang Tengah, Kota Semarang, Kamis (27/9/2018).

Legislator dari Komisi VI DPR itu membidangi perdagangan, perindustrian, investasi, koperasi, UKM, dan BUMN. Dia menjelaskan, dana pembinaan UMKM yang diberikan secara langsung memang sudah tidak ada lagi. 

Dikatakan, dana pembinaan UMKM saat ini lebih banyak diberikan lewat BUMN, yakni melalui kegiatan corporate social responsibility (CSR) ataupun program-program kemitraan bina lingkungan. "BUMN ada CSR atau program kemitraan bina lingkungan," ujar Wakil Bendahara Umum DPP PDI Perjuangan itu. 

Sementara itu dalam kunjungan kerja di Kampung Lumpia itu, Juliari mengapresiasi kegiatan produksi kulit lumpia yang sudah berjalan baik. Namun, disebutnya masih banyak hal yang perlu diperbaiki.  "Ini hal positif, selama ini proses pemasaran sudah lancar, kita akan perbaiki kondisinya, insaallah akan lebih baik lagi," ucapnnya. 

Dijelaskannya, kekurangan yang ditemukan saat kunjungan tersebut terutama kebersihan dan kenyamanan para pembuat kulit lumpia yang masih memprihatinkan. "Kondisi cukup memprihatinkan, dari segi kenyamanan, higienisnya, itu kan makanan jadi perlu diperhatikan," katanya.

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya

Sumber : Bisnis