Husni Kamil Malik Dinilai Kembalikan Kehormatan KPU

Ketua KPU Husni Kamil Manik. (Antara)
28 September 2018 13:50 WIB Newswire Semarang Share :

Semarangpos.com, SEMARANG — Sosok Husni Kamil Malik yang pernah menjabat sebagai ketua Komisi Pemilihan Umum semasa hidupnya dinilai mampu mengembalikan kehormatan KPU sebagai lembaga penyelenggara pemilu.

"Marwah KPU mampu dikembalikan lagi oleh sosok Husni Kamil Malik yang juga mewariskan beberapa hal bagi pemilu di Indonesia seperti Sistem Informasi Data Pemilih serta Sistem Penghitungan secara online," kata Dekan Universitas Wahid Hasyim, Agus Riyanto, saat menjadi salah seorang pembicara pada acara Bedah Buku Mengeluarkan Pemilu dari Lorong Gelap Mengenang Husni Kamil Malik 1975-2016 di Kota Semarang, Jateng, Kamis (27/9/2018).

Agus juga menilai sosok Husni Kamil Malik sebagai kader Nahdlatul Ulama yang mampu mengejawantahkan ajaran Ahlus-Sunnah wal Jamaah ketika menjabat ketua KPU. Menurut dia, para penyelenggara pemilu sekarang bisa melihat komitmen yang bersangkutan dalam upayanya menyukseskan pelaksanaan pemilu saat itu.

"Kepemimpinan beliau sebagai Ketua KPU RI sudah teruji, dan buku ini bisa menjadi warna bagi penyelenggara maupun pemerhati pemilu dalam upayanya majukan proses politik di Indonesia sehingga pemilu dapat semakin berkualitas," ujarnya.

Mantan anggota KPU Provinsi Jawa Tengah Ari Pradhanawati mengenal Husni Kamil Malik sejak 2003 sebagai sosok yang santun dan tidak bertemperamen tinggi. "Husni Kamil Malik sosok santun yang tidak meledak-ledak dalam menghadapi semua partai politik," ucapnya.

Akademikus dari Universitas Diponegoro Semarang itu mengapresiasi buku setebal 734 halaman yang berisi tentang testimoni sosok Husni Kamil Malik dan ditulis oleh 117 komisioner KPU serta Bawaslu di seluruh Indonesia.

Ketua KPU Jateng periode 2018-2023, Yulianto Sudrajat, menilai buku yang diedit oleh Nur Hidayat Sardini ini cukup menarik dalam mengangkat sosok Husni Kamil Malik. "Buku ini menarik karena mengungkap sosok Husni Kamil Malik sejak lahir hingga meninggal dunia dan sosok beliau menginspirasi kami sebagai komisioner KPU," ujarnya.

Kendati demikian, mantan anggota KPU Kabupaten Sukoharjo itu mengkritisi buku yang diluncurkan ke publik pada 2017 karena halamannya terlalu tebal.

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya

Sumber : Antara