Masjid Dibongkar, Proyek Tol Semarang-Batang Sisakan Satu Masalah

Warga berusaha menurunkan kubah utama Masjid Jami Baitul Mustaghfirin yang dibongkar karena terdampak proyek tol Semarang-Batang, Jumat (28/9 - 2018). (Semarangpos.com/Imam Yuda S.)
29 September 2018 04:50 WIB Imam Yuda Saputra Semarang Share :

Semarangpos.com, SEMARANG —Sebuah masjid yang berdiri kokoh di tengah jalan tol Trans Jawa Semarang-Batang akhirnya dibongkar, Jumat (28/9/2018). Pembongkaran Masjid Jami Baitul Mustaghfirin di Kelurahan Beringin, Kecamatan Ngaliyan, Kota Semarang, Jawa Tengah itu diawali dengan prosesi yang digelar warga bersama puluhan pekerja proyek tol.

Manajer Pengedalian Lahan PT Jasa Marga Semarang-Batang, Hadi Susanto, mengatakan dengan dibongkarnya Masjid Baitul Mustaghfirin, pekerjaan fisik jalan tol Semarang-Batang tinggal menyisakan satu titik bidang lahan lagi ya harus dibongkar. Lahan itu berupa bangunan milik sebuah yayasan di Kecamatan Ngaliyan.

“Dari 34 bidang lahan, tinggal satu titik lagi, yakni milik Yayasan Nurul Islam yang letaknya sekitar 2 km dari masjid ini. Kami sudah melakukan pendekatan dengan nazir dan pemilik yayasan, mungkin akhir Oktober nanti bisa dibongkar,” ujar Hadi saat dijumpai wartawan di sela proses pembongkaran Masjid Baitul Mustaghfirin, Jumat siang.

Hadi menyebutkan lahan milik Yayasan Nurul Islam itu berisi madrasah yang luasnya mencapai 500 m2. Pihak Jasa Marga mengaku sudah menyiapkan lahan pengganti yang lebih luas, mencapai 2.115 m2.

“Sekarang sudah memasuki pembahasan terkait desain bangunan pengganti. Semoga pekan depan sudah bisa diputuskan dan akhir Oktober nanti proses pembongkaran bisa dilakukan,” ujarnya.

Hadi menambahkan dengan dibongkarnya masjid itu, progres pembangunan proyek tol Semarang-Batang saat ini telah memasuki tahap 88%. Ia pun optimistis jalan tol Semarang-Batang sudah bisa difungsikan pada akhir 2018 nanti.

Sementara itu, proses pembongkaran Masjid Baitul Mustaghfirin diawali dengan prosesi tumpengan dan diakhiri dengan doa oleh pengurus masjid. Proses pembongkaran dimulai setelah warga menggelar salat Jumat.

Sekitar pukul 14.00 WIB, warga bersama pekerja proyek menurunkan kubah utama masjid yang berdiri di atas lahan seluas 239 m2 itu. Kubah lantas dipindah ke bangunan masjid baru yang berdiri di atas lahan seluas 675 meter persegi. Proses pencopotan dan pemindahan kubah diiringi dengan bacaan selawat oleh jemaah.

Salah seorang nazir Masjid Baitul Mustaghfirin, Rusmanto, menyatakan proses pembangunan berjalan lancar. Warga sudah legawa dengan pembongkaran masjid yang lama, meski sempat keberatan.

“Dari awal bukan penolakan, tapi lebih ke koordinasi biar ada titik temu untuk semua. Harapannya, masjid baru nanti menimbulkan keberkahan yang baru dan lebih baik lagi,” ujar Rusmanto.

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya