Kalahkan Pelari Kenya, Atlet asal Bandung Jawara Diponegoro 10K di Semarang

Salah seorang peserta lomba lari Diponegoro 10K saat melintasi rute di kawasan Simpang Lima, Kota Semarang, Sabtu (29/9 - 2018). (Istimewa/Pendam Diponegoro)
29 September 2018 20:50 WIB Imam Yuda Saputra Semarang Share :

Semarangpos.com, SEMARANG — Pelari asal Bandung, Agus Prayogo, tampil sebagai juaa 1 lomba lari Diponegoro 10K yang di Kota Semarang, Jawa Tengah (Jateng), Sabtu (29/9/2018). Pelari kelahiran Bogor 33 tahun silam itu tampil sebagai juara pada kategori umum setelah tampil sebagai yang terdepan, mengalahkan pelari asal Kenya, Samson, dan Nursodik dari Kodim Bantul.

Lomba lari maraton 10 K yang digelar dalam rangka menyambut HUT ke-73 TNI dan HUT ke-68 Kodam IV Diponegoro ini melibatkan ribuan peserta. Mereka tampil dalam berbagai kategori, yakni umum putra-putri, TNI-Polri putra dan putri, pelajar putra dan putri, serta kelompok master putra dan putri.

Lomba digelar dengan start dari Simpang Lima Semarang, Jl. Gajah Mada, Jl. Depok, Jl. Pemuda, melewati Tugu Muda, lalu berlanjut ke Jl. Dr. Sutomo, Jl. S. Parman, Jl. Veteran, Jl. Sriwijaya, Jl. M.T. Haryono, Jl. A. Yani dan finish di Simpang Lima.

Lomba lari ini dibuka langsung oleh Pangdam IV Diponegoro, Mayjen TNI Wuryanto, yang didampingi Wakapolda Jateng, Brigjen Pol. Ahmad Lutfi, Ketua KONI Jateng, Brigjen TNI (Purn.) Subroto, dan Kepala Kanwil BRI Semarang serta Forkopimda Jateng dan Kota Semarang.

Pangdam IV Diponegoro, Mayjen TNI Wuryanto, bersiap melepas peserta lomba lari maraton Diponegoro 10K di Simpang Lima, Semarang, Sabtu (29/9/2018). (Istimewa-Pendam Diponegoro)

Sebelum diberangkatkan,  Pangdam mengajak kepada semua yang hadir untuk mendoakan korban bencana gempa dan tsunami di Palu, Sulawesi Tengah.

Dalam sambutannya, Pangdam Diponegoro mengatakan Diponegoro 10K digelar guna mencari bibit-bibit pelari yang andal, yang nantinya bisa mengharumkan nama daerah di ajang nasional maupun internasional. Selain itu, lomba tersebut juga menjadi sarana rekreasi untuk membangun semangat di tengah rutinitas.

“Semoga acara ini bisa memupuk kebersamaan masyarakat Semarang dan sekitarnya,” harap Pangdam.

Sementara itu terkait bencana alam gempa dan tsunami di Palu, Pangdam menyatakan Kodam siap memberikan bantuan kepada korban. “Untuk pasukan kita siap. TNI semuanya siap. Kita pasti siap kalau dibutuhkan, pasti akan kami kirim ke sana,” tegas Mayjen TNI Wuryanto.

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya