Prabowo Keliling Jateng Temui Kiai Maimoen, Kiai Munif, dan Habib Luthfi

Capres Nomor Urut 2 dalam Pilpres 2019, Prabowo Subianto. (Antara/Umarul Faruq)
29 September 2018 22:50 WIB Newswire Semarang Share :

Semarangpos.com, REMBANG — Calon presiden nomor urut 2 dalam Pemilihan Presiden dan Wakil Presiden (Pilpres) 2019 Prabowo Subianto, Sabtu (29/9/2018), sowan ke kediaman ulama dan politikus, K.H. Maimoen Zubair di Kecamatan Sarang, Kabupaten Rembang, Jawa Tengah.

Kedatangan Prabowo Subianto ke kediaman Kiai Maimun yang biasa dipanggil Mbah Mun dan pengasuh Pondok Pesantren Al Anwar di Desa Karangmangu, Kecamatan Sarang, Rembang itu mendapatkan sambutan meriah. Saat memasuki gapura gang masuk pondok pesantrem ia disambut drum band dari Ponpes Al Anwar.

Untuk Prabowo, bahkan disediakan panggung yang dilengkapi dengan spanduk bertuliskan, “Silaturahmi Letjen (Purn) Prabowo Subianto di Ponpes Al Anwar Sarang”. "Sungguh penyambutan yang luar biasa dan di luar dugaan," kata Prabowo Subianto saat menyampaikan sambutan di hadapan ratusan santri dan masyarakat Rembang.

Padahal, kata dia, dirinya ingin sowan secara diam-diam. Nyatanya, kehadiran Prabowo di tempat itu tetap ketahuan banyak pihak.

Menurut Prabowo, pencalonannya sebagai calon presiden merupakan panggilan pengabdian kepada negara, bangsa, dan masyarakat. "Pengalaman saya menjadi prajurit yang selalu mengalami sejumlah peristiwa hingga mempertaruhkan nyawa, semakin memupuk keinginan untuk terus melakukan pengabdian kepada bangsa dan negara," ujarnya.

Apalagi, sambungnya, potensi kekayaan alam yang dimiliki bangsa ini cukup besar dan masih bisa dioptimalkan karena selama ini belum dikelola dengan baik, bahkan banyak yang lari ke luar negeri. Dalam pengelolaan kekayaan negara, kata dia, seharusnya berpikir yang luas dan dirinya percaya bangsa ini bisa bangkit dan mewujudkan cita-cita masyarakat bisa hidup lebih sejahtera.

Diklaimnya, sebelum mendaftarkan diri sebagai bakal capres ke KPU dirinya sempat mendengarkan ceramah Jumat yang mengulas tentang tugas seorang pemimpin. Di antaranya, terang dia, harus bersedia mengemban penderitaan rakyat, sehingga harus menghilangkan kemiskinan, dan seorang pemimpin harus menegakkan keadilan bagi seluruh rakyat Indonesia.

"Saya datang ke Kiai Maimoen merupakan bagian dari adat kebiasaan masyarakat ketika hendak masuk ke suatu daerah untuk minta izin kepada orang-orang yang dituakan," ujarnya.

Ia juga memohon doa restu karena hendak keliling ke sejumlah wilayah di Jateng, termasuk nantinya ke Jawa Timur dan daerah lainnya. Ia menegaskan bahwa kedatangannya ini dalam rangka meminta restu untuk keliling ke sejumlah daerah dan tidak untuk meminta dukungan kepada kiai, karena seorang ulama atau kiai posisinya di atas.

Sementara itu, Pengasuh Pondok Pesantren Al Anwar Sarang K.H. Maemoen Zubair menyambut baik kedatangan capres Prabowo Subianto yang nantinya menjadi orang yang memimpin Indonesia pada tahun-tahun mendatang. "Apa yang menjadi angan-angannya nanti, Allah SWT yang akan menentukan," ujarnya sambil disambut teriakan amin para santri.

Ia juga mengaku senang atas kunjungan Prabowo Subianto bersama jajarannya. Pada kesempatan tersebut, Mbah Mun juga bercerita pada zaman perjuangan bersama Mayor Sudirman dan Kecamatan Sarang merupakan salah satu wilayah yang belum pernah dijajah penjajah. "Ayah saya juga ikut berjuang, termasuk saya dalam melawan penjajahan sehingga jiwa saya nasionalis dan religius," ujarnya.

Seusai sowan ke K.H. Maimoen Zubair, Prabowo juga bersilaturahmi dengan K.H. Najih Maimoen yang juga anak Mbah Maimun. Kehadiran Prabowo ke Rembang itu merupakan bagian dari agendanya berkunjung ke Jawa Tengah selama dua hari, Jumat-Sabtu (28-29/9/2018).

"Kunjungan Prabowo Subianto keliling Jawa Tengah ini dalam rangka sowan kepada tokoh-tokoh NU. Sabtu pagi, Prabowo dijadwalkan akan berkunjung ke kediaman Mbah Moen di Rembang," kata Setyoko dalam keterangan tertulis yang diterima Kantor Berita Antara di Jakarta, Jumat malam.

Dia mengatakan kunjungan Prabowo di Jateng selama dua hari ke depan dalam rangka melakukan safari silaturahminya dengan para tokoh organisasi islam Nahdlatul Ulama (NU). Selain itu, menurut Setyoko, Prabowo juga akan bersilahturahmi dengan K.H. Munif Zuhri tokoh NU yang juga merupakan pimpinan Pondok Pesantren Girikusumo, Banyumeneng, Mranggen, Demak, Jawa Tengah.

"Seusai sowan dengan Mbah Moen, Pak Prabowo rencananya akan sowan dengan Mbah Munif [K.H. Munif Zuhri] pada siang harinya di Demak. Sowan kepada kiai merupakan kebiasaan Pak Prabowo sejak aktif di tentara," ujarnya.

Setyoko menjelaskan, kunjungan Prabowo ke tokoh-tokoh NU di Jawa Tengah itu selain bersilahturahmi, juga memohon doa restu agar proses pemilu di Indonesia berlangsung damai dan lancar. Selain itu menurut dia, meminta restu agar apa yang diperjuangkannya selama ini bisa terwujud untuk menciptakan keadilan dan kesejahteraan bagi seluruh rakyat Indonesia.

"Selain sowan, Prabowo juga memohon doa restu agar apa yang ia perjuangkan bisa terwujud untuk mewujudkan nilai nilai keadilan dan menciptakan kesejahteraan untuk rakyat Indonesia seperti apa yang dicita-citakan para pendiri bangsa," katanya.

Prabowo juga diagendakan mengunjungi Al-Habib Muhammad Luthfi bin Ali bin Yahya di Pekalongan dan K.H. Ahmad Said di Tegal, Minggu (30/9/2018).

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya

Sumber : Antara