Pempov Jateng Kembali Raih Juara Penghematan Energi

Penghargaan penghematan energi yang diraih Pemprov Jateng tahun 2016 lalu. (dok Solopos)
30 September 2018 10:50 WIB Imam Yuda Saputra Semarang Share :

Semarangpos.com, SEMARANG — Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Tengah (Jateng) kembali meraih penghargaan dari pemerintah pusat. Kali ini Pemprov Jateng diganjar Penghargaan Subroto Bidang Efisiensi Energi atau yang biasa disebut Penghargaan Efisiensi Energi Nasional (PEEN) dari Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM).

Penghargaan Kategori Penghematan Energi di Lingkungan Pemerintah Daerah (Kategori C) tersebut merupakan kali kelima yang diraih Pemprov Jateng. Kali pertama, Pemprov Jateng meraih PEEN pada tahun 2014.

Penghargaan itu diserahkan Menteri ESDM, RI Ignasius Jonan, kepada Asisten Kesejahteraan Rakyat Sekda Provinsi Jateng, Budi Wibowo, pada Puncak Peringatan Hari Jadi ke-73 Pertambangan dan Energi di Ballroom Djakarta Theatre, Jumat (28/9/2018) malam.

Budi yang hadir didampingi Pelaksana Harian (Plh) Kepala Dinas ESDM Jateng, Achmad Gunawan Dian, menilai penghargaan tersebut merupakan apresiasi pemerintah terhadap upaya penghematan energi dan air, baik melalui kegiatan efisiensi (konservasi) maupun pengembangan dan pemanfaatan energi baru terbarukan (EBT) yang dilakukan Pemprov Jateng.

Selain itu, Jateng juga dinilai berhasil melaksanakan gerakan penghematan energi dan air melalui beberapa kegiatan, seperti bimbingan dan penyuluhan 3 M, yakni mematikan lampu, mencabut colokan listrik setelah digunakan, dan menetapkan suhu penyejuk ruangan 24-26 derajat celsius. Pemprov juga telah membentuk gugus tugas penghematan energi dan air di tingkat provinsi hingga kabupaten/ kota. Bahkan tim penghematan energi dan air saat ini sudah terbentuk hingga di lingkungan kelurahan atau desa.

“Aplikasi PLTS Rooftop 35 kWp telah diterapkan pada sejumlah gedung pemerintah. Seperti gedung Dinas ESDM dan Bappeda Jawa Tengah. Teknologi tersebut dapat mengurangi pemakaian listrik PLN, serta meningkatkan penggunaan EBT. Bahkan, terbukti dapat mengurangi pembayaran tagihan listrik hingga 30%,” ujar Budi dilansir laman Internet resmi Pemprov Jateng, Sabtu (29/9/2018).

Di sektor pendidikan, imbuh Budi, pada 2017 pemprov bekerja sama dengan Environmental Support Programme Phase 3 (ESP3) dari Kerajaan Denmark, serta Kementerian ESDM melaksanakan program peningkatan kesadaran terkait hemat energi dan konservasi energi di lingkungan sekolah.

Sebanyak 10 SMA/SMK di Jawa Tengah yang tersebar di Solo, Magelang, dan Semarang, melaksanakan program tersebut.

“Untuk penghematan energi dan air ini, tidak hanya kami tekankan kepada jajaran pemerintahan. Kami juga mengajak masyarakat untuk melakukan hal yang sama, dengan gencar menyosialisasikan gerakan hemat energi dan air melalui berbagai media,” jelas Budi.

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya