Partai Berkarya Jateng Tak Gelar Nonbar Film G30S/PKI

Nonton bareng film G-30S - PKI di Sragen 2017 lalu. (Istimewa)
30 September 2018 06:50 WIB Imam Yuda Saputra Semarang Share :

Semarangpos.com, SEMARANG — Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai Berkarya Jawa Tengah (Jateng) tidak berencana menggelar nonton bareng (nonbar) film dokumenter penumpasan Gerakan 30 September (G30S)/PKI.

Ketua DPW Partai Berkarya Jateng, Suwito, menyebut hingga kini belum ada instruksi khusus dari Ketua Umum DPP Partai Berkarya, Hutomo Mandala Putra, kepada kader di daerah menggelar nonbar film G30S/PKI, Minggu (30/9/2018).

"Memang jajaran pengurus pusat telah mengeluarkan instruksi untuk memutar film G30S/PKI. Tapi sampai sekarang suratnya belum ada. Ada surat tapi untuk nonbar di Jakarta," ujar Suwito saat dijumpai wartawan di Kantor DPD Partai Berkarya Jateng, Jl. Muradi, Kalibanteng, Semarang Barat, Sabtu (29/9/2018).

Suwito menambahkan pihaknya saat ini juga belum mengantongi dana dari pihak DPP Partai Berkarya untuk menggelar nonbar film G30S/PKI.

Kondisi itu berbalik dengan situasi tahun lalu, di mana Mabes TNI AD secara kompak membiayai pemutaran film G30S/PKI hingga ke daerah-daerah.

"Yang jelas kami enggak dapat instruksi dari DPP. Jadi enggak berani share ke DPD kabupaten dan kota," imbuh Suwito.

Suwito menilai film G30S/PKI masih layak diputar pada zaman sekarang. Apalagi, film itu sudah jadi program pemerintah terdahulu, sejak masa pemerintahan Presiden Kedua, Soeharto.

Sehingga, ketika pemutaran film itu ditiadakan maka timbul pertanyaan besar.

"Kenapa sekarang film G30S ditiadakan? Ini yang patut dipertanyakan. Karena awal mula peristiwa kelam di Indonesia terjadi tahun 1965 silam. Maka keinginan pemutaran film itu sebenarnya bukan dari partai kita saja, tapi juga seluruh bangsa," tutur Suwito.

Sementara itu, DPP Partai Berkarya berniat menggelar pemutaran film G30S/PKI pada Minggu nanti. Pemutaran film itu akan digelar di Pusat Perfilman Usmar Ismail, Kuningan, Jakarta.

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya