Jateng Sepakat Bertukar Wisatawan dengan Sumatra Utara

Wisatawan menikmati suasana senja di Pantai Laendra, Desa Kemujan, Karimunjawa, Jepara, Jawa Tengah, Minggu (22/7 - 2018). (Antara/Aji Styawan)
30 September 2018 02:50 WIB Alif Nazzala Rizqi Semarang Share :

Semarangpos.com, SEMARANG — Pemerintah Provinsi Jawa Tengah bekerja sama saling tukar wisatawan dengan Pemerintah Provinsi Sumatra Utara demi mendongkrak sektor pariwisata di masing-masing daerah.

Sekretaris Dinas Kepemudaan Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) Jateng Agung Haryadi menegaskan sinergitas semacam itu penting dilakukan guna menambah jumlah wisatawan domestik masuk ke Jawa Tengah. Pasalnya, tahun 2018 ini, Pemprov Jateng menargetkan 44 juta wisatawan domestik masuk ke Jateng.

"Sinergitas ini penting dilakukan untuk mendongkrak wisatawan lokal mengunjungi Jateng. Menurut kami masyarakat Sumatra Utara menjadi salah satu target market wisatawan untuk mengunjungi Jawa Tengah," kata Agung, Jumat (28/9/2018).

Menurutnya, kerja sama kali ini juga untuk meningkatkan nilai jual sejumlah tempat wisata di Jawa Tengah dengan pertukaran wisatawan baik dari Sumatra Utara ke Jawa Tengah maupun sebaliknya. "Kerja sama ini sekaligus menjalin kemitraan pariwisata kedua provinsi, Jateng dan Sumut. Dukungan dari pemerintah pusat juga cukup baik untuk branding dan publikasi tempat-tempat wisata di Jateng dan Sumut, sehingga saling menguntungkan," terangnya.

Dikatakan Agung, Jawa Tengah mempunyai empat objek daya tarik  wisata unggulan, seperti Borobudur, Karimunjawa, Dieng, dan Sangiran. Sementara itu, Sumatra Utara mempunyai tempat wisata yang sangat indah yakni Danau Toba dan Pulau Samosir.

Selain itu, pemerintah juga mendorong paket wisata Joglo Semar, yakni Jogja, Solo, dan Semarang. Sebab, terangnya, ketiga kota tersebut merupakan jamur yang diminati oleh wisatawan sebagai sebuah paket wisata.

Sementara itu, Kepala Bidang Pemasaran Disporapar Sumatra Utara Mukhlis menuturkan kerja sama kali ini dirasa penting untuk mendongkrak jumlah wisatawan domestik untuk singgah. Menurutnya, Jawa Tengah merupakan salah satu market terbesar mengingat 33% masyarakat Sumatra Utara merupakan orang jawa.

Lebih lanjut, pihaknya ingin menunjukkan beberapa tempat wisata eksotis seperti Danau Toba, Pulau Samosir dan mengenalkan makanan khas Sumatra Utara. Hal ini, didukung dengan beroperasinya Bandara Silangit yang terletak berdekatan dengan Danau Toba. "Kerja sama ini terus kami dorong agar masyarakat Jateng berwisata ke Sumatra Utara. Pasalnya di tahun 2017 saja wisatawan asal Jateng cukup banyak mencapai 45.000 jiwa," tuturnya.

Pihaknya juga menawarkan paket wisata empat hari tiga malam untuk menjelajahi Sumatra Utara. Pasalnya, tiga lokasi unggulan yang menjadi andalan pariwisata di Sumut yakni Medan, Berastagi dan Danau Toba. Muchlis berharap agar sinergitas antara dua provinsi ini mendatangkan respons positif di masyarakat, sehingga bisa mendatangkan keuntungan bagi masing-masing daerah.

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya

Sumber : Bisnis