Pulang Saksikan Laga Persis di Batang, Suporter Buat Onar di Semarang

Ilustrasi pengeroyokan. (dok. Solopos)
30 September 2018 20:50 WIB Imam Yuda Saputra Semarang Share :

Semarangpos.com, SEMARANG — Belum hilang ingatan masyarakat Indonesia tentang kerusuhan suporter yang menewaskan anggota Jakmania, Haringga Sirila, pekan lalu, insiden serupa kembali terjadi.  Kali ini kerusuhan terjadi di Jl. Raya Mangkang, Kecamatan Tugu, Kota Semarang, Jawa Tengah (Jateng), Sabtu (29/9/2018) malam.

Sejumlah pendukung sepak bola yang baru saja menyaksikan laga Liga 2 antara Persibat Batang kontra Persis Solo di Stadion Moch Sarengat, berbuat onar dan terlibat pengeroyokan terhadap warga Kota Semarang yang masih belia. Mereka juga nyaris menjarah toko retail modern, Alfamart, namun berhasil digagalkan aparat kepolisian.

Kapolsek Tugu, Kompol Davis Busin Siswara, membenarkan adanya kerusuhan suporter yang berujung aksi pengeroyokan dan perusakan Alfamart di Semarang itu. Ia mengungkapkan kerusuhan itu bermula saat bus yang ditumpangi suporter asal Solo melintas di Jl. Raya Mangkang sekembalinya dari Batang.

Di dalam bus, suporter terus meneriakan yel-yel dan chant. Sementara di pinggir jalan, ada sekelompok remaja yang juga ikut berteriak.

“Suporter yang ada di dalam mobil ini menyangka remaja yang di pinggir jalan itu mengejek. Mereka terus meminta sopir berhenti dan turun dari bus untuk mengejar para remaja tanggung itu,” ujar Davis saat dihubungi Solopos.com, Kamis (30/9/2019).

Suporter itu melakukan pengejaran sambil melempar batu. Pengejaran terjadi hingga di depan Alfamart.

Di depan Alfamart itu, suporter melakukan pengeroyokan terhadap remaja berinisial YS. Selain mengeroyok korban, massa juga melempar kaca depan Alfamart dengan benda tumpul hingga pecah dan berusaha melakukan penjarahan.

“Tapi penjarahan enggak sampai terjadi. Petugas [polisi] yang melakukan pengawalan bertindak cepat dengan memberi tembakan peringatan hingga massa kembali masuk ke dalam bus. Kejadiannya enggak lama kok, hanya sebentar, sekitar dua menit,” terang Davis.

Sementara itu, remaja korban pengeroyokan itu langsung dilarikan ke rumah sakit terdekat untuk mendapatkan pertolongan. Setelah mendapat perawatan, korban akhirnya diizinkan pulang.

“Korban enggak apa-apa. Hanya mengalami luka, tapi enggak serius. Hanya luka ringan,” imbuh Davis.

Davis menambahkan sebenarnya aparat kepolisian sudah mengantisipasi kerusuhan suporter itu sejak awal. Hal ini dilakukan dengan melakukan pengawalan terhadap rombongan suporter asal Solo, baik saat berangkat maupun pulang dari Batang.

“Ada tiga rombongan [bus] yang dikawal polisi. Nah, rombongan yang kedua itu busnya jalannya sangat pelan, mungkin karena mesinnya sedikit mengalami masalah. Karena jalannya pelan, bus rombongan yang kedua itu tercecer dari pengawalan,” terang Davis.

Kerusuhan suporter asal Solo di Alfamart, Jl. Raya Mangkang ini juga dilaporkan pengguna akun Facebook Clowor N Clow. Dalam unggahannya, pengguna akun Clowor N Clow menunjukkan rekaman video saat massa melakukan pengeroyokan di depan Alfamart. Ia juga mengunggah foto korban yang tengah mendapat perawatan dengan sejumlah luka di wajah.

"Hal elek ra perlu di tutu2pi, kejadian belum lama di mangkang dan pelaku oknum suporter solo pulang away batang, ngapunten rencang remcang solo apapun alasanya tindakan seperti ini tidak bisa dibenarkan dan di diamkan," tulis pengguna akun Clowor N Clow di Facebook, Sabtu malam.

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya