Asita Nilai Pariwisata Jateng Kurang Branding

Wisatawan menikmati Festival Budaya Dieng. (Antara/Anis Efizudin)
01 Oktober 2018 06:50 WIB Alif Nazzala Rizqi Semarang Share :

Semarangpos.com, SEMARANG — Asita sebagai wadah pelaku wisata di Provinsi Jawa Tengah menilai kurangnya branding untuk beberapa objek daya tarik wisata. Pasalnya, selama ini Jateng hanya menonjolkan empat objek wisata unggulan, seperti Dieng, Borobudur, Karimunjawa, dan Sangiran.

Ketua Association of The Indonesian Tours and Travel Agencies atau Asosiasi Perusahaan Perjalanan Wisata (Asita) Jateng Joko Suratno mengatakan, selama ini, kurangnya branding dan pengelolaan masih menjadi kendala utama untuk tumbuhnya pariwisata di Jawa Tengah. Selain itu, aksesibilitas menuju tempat wisata juga harus dipikirkan oleh pemerintah.

"Selama ini yang masih jadi kendala adalah branding dan pengelolaan. Sebetulnya Jateng mempunyai banyak potensi wisata yang sedang berkembang, sehingga bantuan dari pemerintah harus dimaksimalkan," kaya Joko kepada Jaringan Informasi Bisnis Indonesia (JIBI), Jumat (28/9/2018)

Di sisi lain, Jawa Tengah juga mempunyai paket wisata unggulan yang banyak menggaet wisatawan domestik maupun luar negeri, yakni Jogja Solo dan Semarang. Sebab, tiga kota tersebut mempunyai kemiripan culture khas Jawa sehingga menarik bagi wisatawan.

Kendati demikian, beberapa kemajuan terutama di bidang transportasi cukup banyak seperti adanya Bandara di Karimunjawa. Dia menegaskan, pariwisata Jateng sudah memiliki daya saing secara nasional.

"Tak dapat dipungkiri pariwisata Jateng memang sedang tumbuh. Ini seiring dengan kemudahan transportasi yang disediakan, sehingga mempermudah wisatawan untuk mengunjungi tempat wisata yang dituju," katanya.

Sementara itu, lanjut dia, Asita Jateng sedang melirik wisata religi untuk ditawarkan. Pasalnya, potensi wisata religi di Jawa Tengah cukup baik seperti menapak tilas jejak Walisongo.  Menurutnya, wisata religi sangat potensial khususnya untuk wisatawan domestik. Sebab, wisata regili tidak mengenal hari libur maupun bulan dan dipastikan selalu ramai pengunjung.

"Kami rasa wisata religi di Jateng cukup menjanjikan. Tinggal pengelolaannya saja diperbaiki, sehingga bisa jadi opsi untuk wisatawan ke Jateng selain wisata alam," katanya.

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya

Sumber : Bisnis