Grand Final Lomba Aplikasi Kihajar Digelar di Semarang

Lomba Aplikasi Mobile Kihajar. (Instagram bpmpk_kemdikbud)
02 Oktober 2018 12:50 WIB Imam Yuda Saputra Semarang Share :

Semarangpos.com, SEMARANG — Lomba Aplikasi Mobile Kihajar 2018 telah memasukki babak grand final. Sebanyak 40 peserta dalam empat kategori yang diperlombakan akan bersaing dalam babak grand final atau penjurian yang digelar di Hotel Pandanaran, Kota Semarang, Selasa-Kamis (2-4/10/2018).

Lomba Aplikasi Mobile Kihajar 2018 yang semula bernama Lomba Mobile Edukasi ini merupakan yang kali keempat digelar Balai Pengembangan Multimedia Pendidikan dan Kebudayaan (BPMPK) Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Lomba ini memperlombakan karya aplikasi yang dijalankan telepon pintar yang mengandung unsur pendidikan.

Kepala BPMPK Kemendikbud, Abu Khaer, menjelaskan ada empat kategori lomba yang dipertandingkan tahun ini. Kategori itu yakni sosial budaya untuk peserta dari kalangan pelajar, mata pelajaran untuk guru, virtual lab yang diperuntukan bagi kalangan masyarakat umum, dan game edukasi yang juga untuk masyarakat umum.

“Pelaksanaan Lomba Aplikasi Mobile Kihajar dibagi dalam lima tahap, yakni sosialisasi atau publikasi, pendaftaran dan pengumpulan karya, seleksi karya, penjurian atau grand final, dan terakhir penyerahan hadiah yang dilakukan pada malam penganugerhan Ki Hajar Award. Rangkaian tahapan tersebut dilaksanakan selama tujuh bulan,” ujar Abu Khaer dalam keterangan resmi yang diterima Semarangpos.com, Senin (1/10/2018).

Abu Khaer mengatakan ada 627 peserta yang ikut serta dalam lomba tersebut. Mereka kebanyakan berasal dari Jateng, yakni mencapai 131 pendaftar. Kemudian, disusul peserta dari Jawa Timur (Jatim) dengan 99 orang, Jabar 41 peserta, Jakarta 16 peserta, Sulawesi Selatan (Sulse) 15 peserta, Yogyakarta 14 pendaftar, Banten 11 pendaftar, Sumatra Utara (Sumut) 8 pendaftar, Kalimatan Selatan (Kalsel) 8 peserta, dan Bali 7 peserta.

“Total karya yang masuk ke kami jumlahnya mencapai 299,” imbuh Abu Khaer.

Proses penjurian, lanjut Abu Khaer, dilakukan tim juri yang profesional di bidang Desain Komunikasi Visual Multi Media Pembelajaran dengan instrumen penilaian yang memadai. Juri yang menilai dan menentukan juara merupakan para akademisi dan praktisi yang profesional.

Abu Khaer berharap dari kegiatan itu akan menghasilkan karya yang bagus. Sehingga menjadi aset di dunia pendidikan untuk metode pembelajaran modern yang menggunakan gawai.

“Terima kasih atas semua peran serta peserta, dan selamat untuk 40 peserta terpilih yang masuk babak penjurian. Semoga karya yang bagus menjadi aset di dunia pendidikan. Kita tentu sepakat hasil karya-karya yang ada bertujuan untuk mengoptimalkan gawai dalam metode pembelajaran modern,” jelasnya.

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya