Tiket Konser Mariah Carey di Borobudur Terjual 85%

Publikasi Borobudur Symphony 2018 yang akan menampilkan diva Mariah Carey. (Bisnis/Istimewa)
02 Oktober 2018 18:50 WIB Gloria N. Dolorosa Semarang Share :

Semarangpos.com, JAKARTA — Borobudur Symphony 2018 yang akan menampilkan diva Mariah Carey mendapat antusiasme tinggi masyarakat. Hal itu tercermin dari penjualan tiket yang sudah mencapai 85% dari total tiket. Padahal, masih kurang dari satu bulan lagi Borobudur Symphony digelar, tepatnya pada 6 November 2018, di Kompleks Candi Borobudur, Magelang, Jawa Tengah.

CEO Rajawali Indonesia Communication, Anas Syahrul Alimi, mengatakan tiket kelas festival sudah habis terjual, begitu juga dengan tiket Super VVIP. Rajawali Indonesia bertindak sebagai konsultan Borobudur Symphony 2018. “Tiket hampir terjual habis juga karena dukungan Himbara [Himpunan Bank-bank Negara] sebagai salah satu sponsor. Untuk kelas Super VVIP saja tiket terjual sangat cepat, hanya dalam hitungan menit,” kata Anas kepada Jaringan Informasi Bisnis Indonesia (JIBI), Sabtu (29/9/2018).

Tiket Borobudur Symphony 2018 dibagi dalam lima jenis. Tiket Festival seharga Rp1 juta, Gold Rp2 juta, Platinum Rp3,5 juta, Diamond Rp7 juta, dan Super VVIP. Khusus Super VVIP harga dapat diketahui langsung ke pihak penjual. Pemegang tiket Super VVIP akan berkesempatan bertemu langsung dengan Mariah Carey. 

Anas mengatakan tiket yang hampir habis menunjukkan keberhasilan Borobudur Symphony sebagai pergelaran perdana yang akan menampilkan penyanyi kelas internasional dan kemegahan Candi Borobudur.  “Ini kali pertama Candi Borobudur menjadi latar konser musik artis internasional. Kami mengupayakan ini sebagai branding Candi Borobudur di tingkat dunia,” ucapnya.

Direktur Keuangan SDM dan Investasi PT TWC sekaligus Project Director Borobudur Symphony, Palwoto, mengatakan hingga saat ini tiket hanya dibeli orang Indonesia, melainkan juga dari Eropa. “Bagus sekali antusiasme di Borobudur Symphony. Saya kira ini saatnya, terutama bagi masyarakat Indonesia, daripada nonton di luar negeri, lebih baik nonton di Indonesia. Tempatnya lebih indah, lebih dekat, dan turut membantu pemerintah,” kata Palwoto, Sabtu (29/9/2018).

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya

Sumber : Bisnis