Jateng Diminta Jaga Alat Peringatan Dini Bencana

Musala di Desa Kasinoman, Kalibening, Banjarnegara, Jateng roboh akibat gempa, Rabu (18/4 - 2018). (Antara/Idhad Zakaria)
04 Oktober 2018 14:50 WIB Newswire Semarang Share :

Semarangpos.com, SEMARANG — Masyarakat Jawa Tengah diminta ikut berperan aktif menjaga dan merawat alat-alat early warning system (EWS) atau sistem peringatan dini bencana yang terpasang di beberapa daerah rawan bencana alam.

"Kita dorong betul masyarakat agar menjaga dan merawat alat EWS karena bermanfaat untuk mengurangi risiko bencana yang ditimbulkan," kata Gubernur Jateng Ganjar Pranowo di Kota Semarang, Kamis (4/10/2018).

Ganjar mengungkapkan, pihaknya bersama jajaran Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) telah memasang alat EWS di daerah rawan bencana, meskipun dengan jumlah yang terbatas. "Saya pernah ngomong Jateng itu supermarket bencana, bencana apa saja ada dan antisipasi yang kita lakukan setelah tsunami besar di Aceh dan tsunami di Cilacap sampai Kebumen, kita pasang EWS," ujarnya.

Politikus PDI Perjuangan itu menyebutkan pengecekan terhadap alat EWS yang sudah terpasang di lapangan itu rutin dilakukan oleh petugas BPBD dan sukarelawan untuk memastikan masih berfungai serta tidak hilang. "Kalau ada orang nakal yang mengambili [alat EWS] ya kita laporkan ke polisi karena itu tindakan kriminal," katanya.

Dalam waktu dekat, kata Ganjar, Pemprov Jateng akan belajar tentang mitigasi bencana ke negara Jepang yang dinilai mempunyai banyak pengalaman. "Saya juga meminta ahli geofisika untuk membagi ilmunya tentang geosains agar kita bisa rencanakan pembangunan yang aman, dan menggiatkan latihan pengurangan risiko bencana," ujarnya.

Sebelumnya, Wakil Ketua DPRD Provinsi Jateng Sukirman pentingnya pemasangan dan perawatan alat EWS di titik-titik rawan bencana. "Pemerintah juga harus melakukan pengecekan pada EWS yang ada, jangan sampai kelihatannya masih ada tapi tidak berfungsi normal," katanya.

Pernyataan Sukirman tersebut terkait dengan prediksi BNPB yang menyebutkan bahwa bencana gempa bumi dan tsunami berpotensi terjadi di wilayah selatan Jawa Tengah karena kondisi geografis.

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya

Sumber : Antara