Tol Semarang-Batang Adang Akses Jalan Desa

Pekerja mengerjakan pembangunan lantai kerja ('lean concrete') di ruas tol Semarang-Batang di Tulis, Batang, Jawa Tengah, Selasa (23/5 - 2018). (Antara)
05 Oktober 2018 08:50 WIB Alif Nazzala Rizqi Semarang Share :

Semarangpos.com, SEMARANG — Pembangunan jalan tol Semarang-Batang terus dikebut. Sayangnya, akses ke beberapa desa menjadi terhalangi oleh proyek jalan bebas hambatan tersebut. Kenyataan tersebut menarik perhatian DPRD Jawa Tengah.

Ketua DPRD Jateng Rukma Setyabudi mengatakan agar tidak ada keributan saat pengerjaan jalan tol tersebut, maka jalan desa dan jalan Perhutani akan tetap dibuka.  Rukma mengharapkan agar jalan desa yang aksesnya tertutup pembangunan tol bisa segera dibuka kembali.

Dia juga meminta Jasa Marga selaku investor mencarikan solusi masalah tersebut. "Menurut saya kedua belah pihak mampu menurunkan emosinya masing-masing. Solusi dari saya, Jasa Marga dan bapak-bapak pengusaha dan Perhutani bersama-sama meminta izin langsung ke BPJT. Jasa Marga jangan berdiam diri karena ini kan ada runtutannya kenapa bisa jadi seperti ini. Jasa Marga harus ikut terlibat untuk membantu ke BPJT, sehingga masalah ini tidak berlarut-larut dan cepat selesai," kata Rukma, Kamis (4/10/2018)

Lebih lanjut Rukma meminta pihak yang bersengketa untuk mematuhi aturan yang telah ditetapkan. "Saya rasa selama masa kontruksi tidak masalah jika diberi izin akses jalan untuk lewat. Sambil kita bersama-sama mengurus izin ke BPJT saya harap kedua pihak bisa menurunkan emosinya masing-masing, dan tidak merusak akses jalan yang sudah baik agar saat izin dari BPJT sudah diberikan jalan tinggal dibenahi kembali," kata Rukma.

Di sisi lain, Direktur Tekhnik PT Jasa Marga Semarang Batang (JSB) Abdul Rohim mengatakan masalah desain awal pengerjaan jalan tol Semarang-Batang sudah ada di awal kontrak. Saat join survey tidak ditemukan masalah di lapangan. 

"Persoalan permintaan akses memang tidak bisa kami berikan karena dalam UU tidak boleh ada pertemuan sebidang dengan jalan umum. Kami selaku investor hanya menangani masalah pembebasan lahan dan pembangunan rencana awal saja. Untuk masalah perizinan itu bukan wewenang kami melainkan wewenang BPJT," kata Rohim.

Jalan tol Batang-Semarang merupakan bagian dari proyek Jalan Tol Trans Jawa yang dibagi menjadi lima seksi, terdiri atas Seksi I Batang-Batang Timur (3,20 km), Seksi II Batang Timur-Weleri (36,35 km), Seksi III Weleri-Kendal (11,05 km), Seksi IV Kendal-Kaliwungu (13,50 km), dan Seksi V Kaliwungu-Krapyak (10,10 km). Sementara itu, untuk pengerjaan ditargetkan selesai akhir tahun 2018.

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya

Sumber : Bisnis