Jelang Peringatan Pertempuran 5 Hari, Hendi Ziarah ke Makam Wongsonegoro di Sukoharjo

Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi (kedua dari kanan), berziarah ke makam Gubernur pertama Jateng, K.R.M.T. Wongsonegoro, di Desa Getak, Sukoharjo, Kamis (4/10 - 2018). (Semarangpos.com/Humas Pemkot Semarang)
05 Oktober 2018 18:50 WIB Imam Yuda Saputra Semarang Share :

Semarangpos.com, SEMARANG — Menjelang peringatan Pertempuran Lima Hari di Semarang, Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi, berziarah ke makam Gubernur Pertama Jawa Tengah (Jateng), K.R.M.T. Wongsonegoro, di Desa Gatak, Kabupaten Sukoharjo, Kamis (4/10/2018).

Wongsonegoro dianggap memiliki peran yang sangat penting saat pertempuran lima hari di Semarang, yang diperingati setiap tanggal 14 Oktober. Wakil Perdana Menteri ke-8 itu menginisiasi perjuangan pemuda Semarang melawan Jepang. Ia juga berhasil melakukan perundingan dengan penjajah Jepang untuk menghentikan peperangan agar tidak jatuh semakin banyak korban.

“Di dalam momentum ziarah ini terdapat makna penting, yakni makna semangat perjuangan dan berkorban yang dilakukan para pejuang. Kita meniru apa yang baik yang sudah pernah dilakukan pahlawan dalam memerdekaan bangsa, khususnya Kota Semarang,” kata wali kota yang akrab disapa Hendi dalam keterangan resmi, Kamis malam.

Hendi juga mengungkapkan bahwa berjuang untuk bangsa dan negara tidak hanya dari sisi materi saja tapi harus segenap dari dalam hati, jiwa dan raga,  sehingga akan timbul penghayatan terhadap makna kemerdekaan bangsa.

“Berjuang untuk bangsa negara tidak hanya dilihat dari sisi materi saja, tapi benar-benar jiwa dan raga untuk sebuah maksud memerdekakan bangsa,” ujarnya.

 Ia pun berpesan kepada para pimpinan perangkat daerah untuk bisa meniru perjuangan yang telah dilakukan pejuang-pejuang selama ini sesuai dengan peran dan kapasitasnya sebagai warga negara.

 “Khususnya teman-teman yang menjadi bagian dari Pemerintah Kota Semarang saya berharap perjuangan dari pejuang kita ini bisa menjadi contoh untuk bersama-sama berkinerja baik. Mari bersama-sama melayani masyarakat dengan baik. Insyaallah bersama-sama masyarakat, sesepuh, Muspida dan unsur pengusaha serta semuanya, Semarang menjadi lebih baik”, harapnya.

Selain Hendi, ziarah ke makam tokoh yang namanya diabadikan sebagai nama rumah sakit di Semarang itu hadir juga sejumlah pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD) Kota Semarang, para pejuang yang tergabung dalam Pepabri, LVRI, PWRI, pelaku Pertempuran Lima Hari di Semarang, dan pelajar.

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya