Jateng Bangun 100 Hunian Sementara Korban Gempa Palu

Warga melintas hunian sementara di kawasan Merapi. (Bisnis)
06 Oktober 2018 08:50 WIB Alif Nazzala Rizqi Semarang Share :

Semarangpos.com, SEMARANG — Pemerintah Provinsi Jawa Tengah berencana membangun 100 hunian sementara (huntara) untuk korban gempa di Palu dan Donggala. Bantuan pembangunan huntara itu dilakukan atas inisiatif Bank Jateng dan anggota Korpri.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jateng, Sarwa Pramana, menuturkan huntara akan dibangun di Jateng dengan luas 6 m x 4 m khusus untuk pengungsi dari Palu dan Donggala. "Hunian tersebut nantinya akan dilengkapi dengan [fasilitas] MCK dan penerangannya termasuk nanti di dalamnya semua lengkap. Itu bantuan dari Bank Jateng dan anggota Korpri," ujarnya saat dijumpai di kantornya Jumat (5/10/2018).

Dikatakan Sarwa, untuk pembangunan huntara saat ini sangat mendesak. Pasalnya, banyak sekali pengungsi yang harus tidur di luar yang belum kebagian tenda. Untuk itu, pembangunan ini harus segera dilaksanakan.

Para pengungsi lanjut dia, yang tinggal di dalam rumah pun mereka juga takut. Hal ini, karena kondisi bangunan yang sudah tidak prima. Apalagi jika terkena guncangan gempa lagi.

"Harapannya nanti huntara ini nanti bisa satu kampunglah. Seratus rumah berarti seratus KK. Mudah-mudahan besok saya bisa contohkan saya dirikan [sebelum diberangkatkan]," tambahnya.

Selain itu, masih ada pertimbangan lain pendirian huntara secara segera ini. Yakni, musim penghujan yang diperkirakan datang dalam waktu dekat, sehingga pengungsi bisa mendapat perlindungan.

Material Huntara macam galvanis, deklit, atau tripleks ini rencananya diberangkatkan, Sabtu (6/10/2018) besok, bersama dengan bantuan 118 sukarelawan, logisitik seperti makanan siap saji, kalengan, maupun pakaian baru untuk para pengungsi. Serta 10 kendaraan seperti mobil dapur umum dan truk tangki.

"Ada juga bantuan puluhan unit sepeda dari Muhammadiyah. Tapi diperuntukkan untuk siapa belum tahu, mungkin nanti untuk pengungsi buat membantu transportasi," katanya.

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya

Sumber : Bisnis