Kantongi Hasil Tim Independen, Menristekdikti Nyatakan Rektor Unnes Tidak Plagiat

Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi, Mohamad Nasir (tengah), saat dijumpai wartawan di kampus Undip Semarang, Sabtu (6/10 - 2018). (Semarangpos.com/Imam Yuda S.)
06 Oktober 2018 20:50 WIB Imam Yuda Saputra Semarang Share :

Semarangpos.com, SEMARANG — Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti), Mohamad Nasir, mengaku telah mengantongi hasil temuan dari tim independen terkait dugaan plagiat yang dilakukan Rektor Unnes, Prof. Fathur Rokhman. Melalui hasil temuan itu, Natsir pun menyatakan bahwa rektor Unnes tidak melakukan plagiat.

Hal itu disampaikan Nasir saat dijumpai wartawan di kampus Universitas Diponegoro (Undip) Semarang, Sabtu (6/10/2018). Natsir menyatakan jika dugaan plagiat yang dituduhkan kepada rektor Unnes tidak terbukti.

“Plagiat yang ada bukan di situ. Contohnya, kampus dan mahasiswa. Mahasiswa diberi tugas, saya [kampus] yang melakukan penelitian. Mahasiswa melakukan publikasi, tapi tidak lapor saya. Kemudian saya publikasikan. Siapa yang plagiat?,” ujar Nasir.

Dugaan plagiat terhadap rektor Unnes mencuat setelah ditemukannya kemiripan antara karyanya dengan milik alumnus Unnes, Anif Rida.

Karya Fathur Rokhman berjudul Kode Bahasa dalam Interaksi Sosial Santri: kajian Sosiolinguistik di Pesantren Banyumas yang diterbitkan Jurnal Penelitian Bahasa, Sastra, dan Pengajaran Litera Univeristas Negeri Yogyakarta (UNY) Volume 3 Nomor 1 Tahun 2004, diduga menjiplak hasil karya Anif Rida berjudul Pemakaian Kode Bahasa dalam Interaksi Sosial Santri dan Implikasinya bagi Rekayasa Bahasa Indonesia: Kajian Sosiolinguistik di Pesantren Banyumas, yang dipublikasikan Konferensi Linguistik Tahunan (Kolita) Atma Jaya, Februari 2003.

Terkait masalah tersebut, Nasir mengaku sudah menerima laporan dari Tim Independen Kemenristekdikti. Meski demikian, ia tidak menyebut secara pasti seperti hasil temuan tim independen tersebut. Ia hanya menyatakan kasus tersebut terjadi sebelum tahun 2010. Sementara, aturan terkait plagiarisme ditetapkan pada tahun 2010, melalui Permendiknas No. 17.

“Independen sudah lapor ke saya. Mana ini? Tahun berapa ini terjadi? Peraturan plagiarisme keluar tahun 2010. Sebelumnya saya tidak memperhatikan, setelah dicek ternyata itu yang terjadi,” tegas Natsir.

Natsir menyatakan bahwa kasus plagiat yang terjadi sebelum tahun 2010 tidak bisa diproses. Begitu juga halnya dengan yang dialami Rektor Unnes, Fathur Rokhman.

“Pada 2010 sampai sekarang pasti saya tangkap. Rektor yang melakukan [plagiat] pasti saya berhentikan. Saya sudah memberhentikan tiga rektor selama ini. [Rektor Unnes] pasti deh [bukan plagiat], karena bukan kejadian 2010,” tegas Nasir.

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya