Jateng Kirim 114 Sukarelawan Khusus ke Palu dan Donggala

Bupati Kudus Muhammad Tamzil (baju putih) bersama Kepala Pelaksana Harian BPBD Kudus Bergas Catursasi Penanggungan berfoto bersama sukarelawan. (Antara/Akhmad Nazaruddin Lathif)
07 Oktober 2018 04:50 WIB Newswire Semarang Share :

Semarangpos.com, KUDUS — Pemerintah Kabupaten Kudus mengikutsertakan empat sukarelawan yang memiliki keahlian khusus pembuatan hunian sementara serta dapur umum ke lokasi bencana alam di Palu dan Donggala, Sulawesi Tengah, Jumat (5/10/2018). Mereka bergabung bersama 114 sukarelawan khusus dari kota dam kabupaten lain di Jawa Tengah yang dikirim melalui laut ke Sulteng.

Kepala Pelaksana Harian Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kudus Bergas Catursasi Penanggungan mengungkapkan keempat sukarelawan yang dikirimkan ke lokasi gempa bumi dan tsunami itu memang memiliki sejumlah keahlian. Keahlian mereka, di antaranya dalam membuat tempat hunian sementara, dapur umum, serta keahlian teknis lainnya yang mungkin dibutuhkan ketika di lokasi bencana, seperti teknik mesin, teknik kelistrikan, dan keahlian lainnya.

"Kami juga mengirimkan satu unit truk yang berisi material untuk membangun hunian sementara," ujarnya di Kudus, Jateng, Jumat.

Keempat sukarelawan tersebut, kata dia, diberangkatkan Jumat untuk bergabung dengan sukarelawan lain dari kabupaten dan kota lainya di Jateng yang berjumlah 114 orang. Sekitar 114 sukarelawan tersebut diberangkatkan ke Palu dan Donggala, Sabtu (6/10/2018), sedangkan kembali pada 20 Oktober 2018.

Pihaknya juga telah merencanakan pemberian bantuan logistik, namun belum bisa direalisasikan karena akan dikumpulkan di Tanjung Priok Jakarta maupun Tanjung Emas Semarang terlebih dahulu. "Nantinya ada model pendistribusiannya tersendiri, sehingga masing-masing kabupaten/kota tidak perlu repot-repot hingga mendistribusikannya ke daerah terjadinya bencana," ujarnya. 

Dalam rangka membantu meringankan beban korban gempa di Palu dan Donggala, SD Islam Terpadu Umar Bin Khathab Kudus melakukan aksi peduli lewat penggalangan dana dan doa bersama.  Siswa juga membacakan puisi tentang duka bencana alam, gempa bumi dan tsunami di Palu dan Donggala.

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya

Sumber : Antara