Ditangkap karena Aniaya Remaja Semarang‎, Begini Pengakuan Suporter Persis Solo

Kapolrestabes Semarang, Kombes Pol. Abioso Seno Aji, meminta keterangan tiga suporter Persis Solo yang melakukan perusakan dan penganiayaan di Mapolrestabes Semarang, Senin (8/10 - 2018). (Semarangpos.com/Imam Yuda S.)
08 Oktober 2018 18:50 WIB Imam Yuda Saputra Semarang Share :

Semarangpos.com, SEMARANG — Aparat Polrestabes Semarang meringkus tiga suporter Persis Solo karena kasus perusakan dan penganiayaan di toko retail modern, Alfamart, kawasan Irigasi, Mangkang Kulon, Kecamatan Tugu, 29 September lalu. 

Ketiga suporter itu, yakni GAK,16, warga Sondakan, Kecamatan Laweyan, Solo; ASW,18, warga Sogaten, Pajang, Laweyan; dan Muhammad Sodiq, 38, Gandekan Kiwo, Serengan.

GAK dan ASW ditangkap karena dari hasil kamera circuit closed television (CCTV) yang terdapat di Alfamart terlihat melakukan perusakan. Sementara, Sodiq terekam kamera CCTV melakukan penganiayaan terhadap korban, Yusuf Febriansah, 15, warga Kemantren Wonosari, Ngalian, Semarang hingga mengalami sejumlah luka di wajah.

Ketiganya diringkus di waktu dan tempat yang berlainan. GAK dan Sodiq ditangkap saat berada di Solo, sedangkan ASW diciduk aparat kepolisian di kawasan Pecinan, Kota Semarang.

Aksi anarkistis itu dilakukan tiga tersangka saat melewati Kota Semarang, seusai menyaksikan laga Liga 2 antara Persibat Batang dan Persis Solo di Stadion Moch. Sarengat, Batang, 29 September lalu. 

Sodiq, tersangka kasus penganiaya, mengungkapkan alasannya bertindak anarkistis dengan memukuli korban karena terbawa emosi. Kemarahannya memuncak tatkala bus yang ditumpangi mengalami pelemparan di sepanjang jalan saat hendak pulang ke Solo.

"Bus dilempari sejak dari Weleri. Jadi, kami semua emosi," jelas Sodiq.

Sementara itu, Kapolsek Tugu, Kompol Davis Busin Siswara, menjelaskan ada 5 bus suporter Persis Solo yang mendapat kawalan dari pihak kepolisian. Namun sesampai di lokasi, bus pertama berhenti dan penumpangnya turun melakukan perusakan minimarket dan penganiyaan.

"Jadi di lokasi ada yang teriak-teriak, dikira itu mengejek suporter, sehingga terprovokasi. Dari barang bukti botol minuman keras yang dilempar juga, diduga mereka dalam keadaan mabuk," jelas Davis.

Sementara itu, Kapolrestabes Semarang, Kombes Pol. Abioso Seno Aji, berharap kerusuhan yang melibatkan suporter itu tak kembali terjadi. 
Ia menyebutkan kerusuhan yang melibatkan suporter Persis Solo itu terjadi seusai menonton sepak bola di Batang.

"Para suporter ini pulang setelah menonton sepak bola di Batang, lalu lewat Semarang, kemudian saat di lokasi kejadian mereka merusak mini market dan melakukan penganiayaan," terang Abioso.

Meski sudah meringkus tiga tersangka, Abi menduga masih ada pelaku lain yang ikut dalam aksi anarkistis itu. Pihaknya pun masih akan melakukan pengembangan dari keterangan pelaku dan saksi, serta barang bukti hasil rekaman kamera CCTV.

"Kami mengimbau kepada koordinator suporter sepak bola mana pun, bila ada pertandingan di luar kota, namun tidak bisa menjamin keamanan, alangkah baiknya tidak usah mengirim suporter. Kejadian ini bisa merusak sportivitas," ujar Abi. 

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya