Omzet 10 BUMD Jateng Digenjot demi Dongkrak PAD

Kepala Biro Perekonomian Pemerintah Provinsi Jateng Budiyanto. (Bisnis/Alif Nazzala Rizqi)
08 Oktober 2018 16:50 WIB Alif Nazzala Rizqi Semarang Share :

Semarangpos.com, SEMARANG — Pemerintah Provinsi Jawa Tengah sedang mengoptimalkan 10 badan usaha milik daerah (BUMD) untuk mendongkrak pendapatan asli daerah (PAD). Pasalnya, pencapaian kontribusi dari 10 BUMD Jateng itu cukup berhasil, yakni Rp459 miliar, pada tahun 2017.

Angka itu melebihi target yang telah ditetapkan, yakni Rp458 miliar. Ke-10 BUMD yang dimiliki oleh Pemprov adalah PT Bank Jateng, PT Citra Mandiri Jawa Tengah, BPR BKK, PT Perusahaan Daerah Air Bersih (PDAB), Kawasan Industri Wijaya Kusuma, PT Askrida, PT PRPP, PT Sarana Pembangunan Jawa Tengah (SPJT), PT SPHC, dan PT Jamakrida.

Kepala Biro Perekonomian Provinsi Jateng Budiyanto menuturkan, BUMD tahun ini sedang digenjot untuk mendapatkan banyak PAD. Hal ini, dikarenakan Pemprov Jateng sedang mengoptimalkan sektor lain pendulang PAD selain pajak.

"Tahun ini BUMD sedang kami dorong untuk mendapatkan banyak penghasilan untuk mendongkrak PAD. Jika seluruh BUMD memberikan kontribusi positif maka PAD Jateng dipastikan mengalami kenaikan," kata Budiyanto Senin (8/10/2018).

Kendati demikian, dari 10 BUMD yang dimiliki oleh Pemprov Jateng baru sembilan yang memberikan kontribusi langsung. Pasalnya, PT PRPP Jawa Tengah belum memberikan kontribusi terhadap PAD karena masih mempunyai sejumlah hutang.

Menurutnya, selama ini PT PRPP belum pernah memberikan pemasukan untuk Pemprov Jateng. Hal ini dikarenakan, setiap tahun PT PRPP harus mencicil hutang yang harus dibayarkan.

"Memang selama ini PT PRPP belum memberikan kontribusi terhadap PAD karena harus membayar hutang. Tetapi direksi dari PRPP menginformasikan, jika tahun 2019 nanti sudah bisa menyetorkan deviden karena hutang yang sudah lunas," tuturnya.

Lebih lanjut Budiyanto menambahkan, kinerja BUMD di Jateng perlu ditingkatkan. "Harusnya Pemprov mempelajari mekanisme pengelolaan BUMD dari Provinisi DKI Jakarta. Pasalnya, BUMD di Jakarta maju dengan pesat dan memberikan kontribusi cukup besar terhadap PAD," katanya.

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya

Sumber : Bisnis