Batang Jemput 13 Korban Gempa Palu & Donggala

Bupati Batang Wihaji (berkaus lurik) berbincang/bincang dengan korban selamat dari gempa dan tsunami di Sigi dan Donggala, Sulawesi Tengah. (Antara/Kutnadi)
08 Oktober 2018 20:50 WIB Newswire Semarang Share :

Semarangpos.com, BATANG — Pemerintah Kabupaten Batang menjemput 13 korban selamat dari bencana alam gempa bumi dan tsunami di Sigi dan Donggala, Sulawesi Tengah untuk dipulangkan ke kampung halaman mereka.

Belasan korban selamat bencana Sulteng asal Kabupaten Batang, Jawa Tengah itu tiba di rumah dinas bupati Batang, Minggu (7/10/2018) pagi. Setelah beristirahat beberapa saat, mereka selanjutnya diantarkan oleh petugas ke masing-masing kampung halaman masing-masing.

Para korban gempa dan tsunami ini adalah Riyanto Teguh Santoso, Mahyun, Giyono, Sujud, Nasoha, Saiful Mugminim, dan Fahrozi yang kesemuanya berasal dari Desa Sukomanglu, Kecamatan Reban, Batang, Jateng. Ada pula Wasto Kecamatan Pecalungan, dan Kasmudi yang berasal dari Tembakboyo. Kecamatan Tulis. Selain itu ada Nurhadi, Miskam, Kasmudi, serta Sofi`i yang berasal dari Desa Pedomasan Kecamatan Reban.

Korban Fahrozi, 30, mengatakan dirinya nyaris kehilangan nyawanya saat gempa dan tsunami karena saat itu sedang antre untuk mandi sore bersama temannya setelah bekerja sebagai buruh bangunan. "Akan tetapi, kami tiba- tiba terdengar suara ledakan disertai suara pohon tumbang dan lumpur. Pada saat itu saya sempat menyelamatkan diri dan berdoa mendapat keselamatan namun karena cepatnya lumpur dan longsor sehingga menimpa dirinya," katanya.

Fahrozi mengaku dirinya saat itu sempat terseret lumpur sejauh 1 km dan terendam lumpur bercampur air selama tiga jam. "Saya sempat pasrah karena sempat tenggelam dan terendam lumpur yang hanya menyisakan kepala. Di tengah gelapnya suasana, Alhamdulillah saya dapat keluar dari kubangan lumpur dengan merangkak hingga ahkirnya ditemukan oleh sukarelawan," katanya.

Korban lain Saiful Mukminin, 35, warga Sukomangli yang pada saat kejadian berada berdekatan dengan Fahrozi mengatakan dirinya ditemukan dulu oleh tim pencari dan penyelemat (search and rescue/SAR) dan kemudian langsung berusaha ikut mencari teman-teman yang sebelum kejadian sempat bersama.

Bupati Wihaji yang menyambut kedatangan warganya di rumah dinas bupati Batang mengatakan berdasarkan masing-masing laporan, ada tiga kelompok warga Batang yang ada di Sulawesi Tengah saat gempa dan tsunami. Ke-3 kelompok tersebut, kata dia, terdiri atas sembilan orang, 10 orang, dan 15 orang, sehingga total ada 34 orang.

"Dari jumlah tersebut ada satu orang yang dipastikan meninggal dan satu lainnya atas nama Mudi hingga saat ini masih belum diketahui keberadaan dan nasibnya," katanya.

Ia mengatakan sebanyak 34 orang warga Kabupaten Batang itu bekerja sebagai buruh bangunan itu tersebar di Sigi, Donggala, dan Palu. "Hari ini [Minggu], kita berhasil memulangkan 13 orang korban selamat, namun ada juga yang belum mau pulang karena mereka berangkatnya dibiayai oleh mandor bangunanya sehingga belum diperbolehkan pulang. Kendati demikian, kami terus melakukan koordinasi dengan mereka yang masih berada di Sulteng, jika mereka ingin pulang maka kami siap memfasilitasi," katanya.

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya

Sumber : Antara