Pemprov Jateng Klaim Program Ini Tekan Kematian Ibu...

Gubernur Jateng, Ganjar Pranowo (kiri), berbincang dengan perwakilan dari USAID di Puri Gedeh, Kota Semarang, Senin (8/10 - 2018). (Semarangpos.com/Humas Pemprov Jateng)
09 Oktober 2018 12:50 WIB Imam Yuda Saputra Semarang Share :

Semarangpos.com, SEMARANG — Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Tengah (Jateng) mengklaim berhasil menurunkan angka kematian ibu (AKI) di wilayahnya sekitar 14%. Turunnya AKI di Jateng itu diyakini karena program inisiatif Gubernur Jateng, Ganjar Pranowo, yang diluncurkan pada 2016 lalu, yakni Jateng Gayeng Nginceng Wong Meteng (5NG).

Program Jateng Gayeng Nginceng Wong Meteng ini rencana akan berkolaborasi dengan program Jalin milik Unites States Agency for International Development (USAID) untuk mengurangi kematian ibu dan anak, dengan mengkonsolidasikan lintas sektoral.

“Jalin ingin membantu dalam politik kesehatan Jawa Tengah. Mereka peduli sekali dengan angka kematian ibu melahirkan dan balita, dan inline dengan program Jateng Gayeng Nginceng Wong Meteng," kata Ganjar dalam keterangan resmi di Puri Gedeh, Senin (8/10/2018).

Program Jateng Gayeng Nginceng Wong Meteng diklaim telah berhasil menurunkan AKI sekitar 14% per tahun sejak diluncurkan pada 2016. Capaian itu melebihi target dunia (SDG’s) sekitar 3% per tahun atau 90 per 100.000 kelahiran hidup.

Sementara AKI di Jateng pada 2017 adalah 88,58 per 100.000 kelahiran hidup. Padahal tahun 2013 AKI masih 118,62 per 100.000 kelahiran hidup. 

"Kita memang mau dalami lagi program itu (5NG) lima tahun berikut ini. Saya ingin mengurai isu Jateng Gayeng Nginceng Wong Meteng itu tidak hanya untuk kesehatan ibu dan bayi, tapi kualitas janin, seperti stunting, di mana kesehatan saja tidak cukup,” imbuh Ganjar.

Dalam kesempatan itu, Ganjar juga mengimbau kepada masyarakat Jateng untuk selalu menjaga kebersihan agar menyukseskan program Jateng Gayeng Nginceng Wong Meteng. Warga diminta menciptakan rumah

Jalin bentukan USAID saat ini telah bekerja sama dengan 6 provinsi di Indonesia, Banten, Jabar, Jateng, Jatim, Sumut dan Sulsel. Selain koordinasi intensif dengan pemerintah, Jalin juga menjalin kemitraan dengan pihak swasta atau coorporate.

Perwakilan Jalin USAID, Budiharja, mengatakan dalam kerangka kerja timnya nanti juga bakal menggandeng pihak swasta dan masyarakat aktif dalam mengumpulkan data. Dari data-data dan informasi yang ada terkait kesehatan ibu dan anak mereka akan mangajak duduk bersama antara pemerintah masyarakat dan swasta kemudian merumuskan bersama. 

"Ibaratnya, jadi Mak Comblang. Menghubungkan sana sini berdasarkan data. Bagaimana rumah sakitnya, pemerintahnya, swasta, masyarakat, bagaimana lintas sektoralnya," katanya. 

Program tersebut, lanjut Budiharja, bakal diterapkan di Jateng hingga 2020 dengan sasaran utama private sector, yang jarang tersentuh.

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya