Kerusuhan di Mangkang, Suporter Persis Minta Maaf ke Warga Semarang

Perwakilan suporter Persis Solo dan Panser Biru melakukan ikrar damai di Mapolrestabes Semarang, Senin (8/10 - 2018). (Semarangpos.com/Imam Yuda S.)
09 Oktober 2018 10:50 WIB Imam Yuda Saputra Semarang Share :

Semarangpos.com, SEMARANG — Suporter Persis Solo menyampaikan permintaan maaf kepada masyarakat Kota Semarang. Permintaan maaf itu terkait kerusuhan suporter yang berujung perusakaan mini market, Alfamart, dan pengeroyokan seorang warga di Mangkang Kulon, Kecamatan Tugu, Kota Semarang, Sabtu (29/9/2018) lalu.

Pernyataan maaf itu disampaikan suporter Persis Solo saat bertemu dengan perwakilan kelompok suporter PSIS Semarang, Panser Biru maupun Senx, di Mapolrestabes Semarang, Senin (8/10/2018).

Hadir dalam pertemuan itu, Presiden Pasoepati, Aulia Haryo Suryo; perwakilan suporter Persis Solo yang biasa mengisi tribune B6, Ricky Al Rauf; Ketua Panser Biru, Wareng; Wakil Ketua Panser Biru, Eko ‘Gareng’ Putranto, dan tokoh Snex, Edi.

Aulia menyatakan permohonan maaf atas insiden yang terjadi saat suporter Persis melintas di Semarang, seusai menyaksikan laga Liga 2 antara Persis melawan Persibat Batang di Stadion Moch Sarengat itu. Ia menilai apa yang terjadi di luar kendali organisasi suporter.

“Kejadiannya begitu cepat. Padahal sebelum berangkat maupun pulang, kami sudah mengingatkan agar tidak membuat ulah,” ujar pria yang akrab disapa Rio itu.

Menurutnya, selama ini hubungan kedua suporter pendukung dua tim di wilayah Jawa Tengah (Jateng) itu tak pernah ada persoalan. Bahkan, setiap ada pertandingan yang mempertemukan kedua tim, para pimpinan suporter selalu berkoordinasi demi terciptanya keamanan.

“Oleh karena itu, kami akan melakukan evaluasi agar kejadian seperti ini tidak terulang,” jelasnya.

Senada juga disampaikan Ricky. Ia mewakili kelompok suporternya menyatakan penyesalan adanya perusakan yang disertai pengeroyokan oleh beberapa orang yang dianggap sebagai oknum.

“Semarang dan Solo adalah saudara dan kami tak ingin kejadian tersebut merusak hubungan persaudaraan ini,” ujar Ricky.

Wakil Ketua Panser Biru, Eko Putranto, menerima permintaan maaf itu. Ia menilai insiden yang terjadi di Mangkang Kulon itu hanyalah ulah oknum yang tidak mencerminkan sikap suporter secara keseluruhan.

“Kami tentu menerima maaf ini dan ke depan kami harapkan tidak ada kejadian serupa,” jelasnya.

Sementara itu, Edi selaku perwakilan dari Snex berharap ke depan hubungan antara suporter Persis dan PSIS membaik. Tidak akan ada lagi gesekan antarsuporter yang menimbulkan kerusuhan, bahkan jatuhnya korban jiwa.

“Walau beberapa tahun lalu pernah terjadi gesekan antara suporter Solo dan Semarang, tapi mulai saat ini kami harap tidak ada lagi. Semua saudara, apalagi kita sama-sama membawa nama Jateng,” jelas Edi.

Sementara itu, Kasat Intel Polrestabes Semarang, AKBP Wahyu Purwi Wiarso, berniat mengundang perwakilan seluruh suporter di Jateng untuk melakukan deklarasi damai. “Soal tempat dan waktu, secepat mungkin akan kami koordinasikan,” tutur Wahyu.

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya