Tim EKA Kaji Dugaan Plagiat Rektor Unnes, Hasilnya Seperti Ini...

Rektor Unnes Prof. Fathur Rokhman. (Youtube.com)
09 Oktober 2018 06:50 WIB Imam Yuda Saputra Semarang Share :

Semarangpos.com, SEMARANG — Tim Evaluasi Kinerja Akademik (EKA) Kemenristekdikti ternyata telah melakukan kajian terkait dugaan plagiat yang dilakukan Rektor Universitas Negeri (Unnes) Semarang, Prof. Fathur Rokhman, sejak lama. Hasil kajian dari tim EKA itu bahkan telah diserahkan ke Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti), M. Nasir.

Salah seorang anggota Tim EKA Kemenristekdikti, Prof. Engkus Kuswarno, mengatakan hasil kajian dari tim EKA itu tidak berbeda jauh dengan hasil investigasi Tim Independen Kemenristekdikti. Hasil kajian tim EKA itu menyatakan jika rektor Unnes telah melakukan plagiat.

“Bahkan setahu saya, tim independen menambahkan kata-kata fraud [tidak jujur] sebagai seorang akademisi dan memiliki integritas dan etika akademik yang rendah,” ujar Engkus saat dihubungi Semarangpos.com, Senin (8/10/2018).

Engkus menyebutkan dari hasil kajian tim EKA, rektor Unnes dinyatakan telah melakukan plagiat. Meski demikian, hasil kajian itu menyebut Fathur tidak menjiplak hasil karya mahasiswanya, Anif Rida, yang berjudul Pemakaian Kode Bahasa Dalam Interaksi Sosial Santri dan Implikasinya Bagi Rekayasa Bahasa Indonesia: Kajian Sosiolinguistik di Pesantren Banyumas, yang dipublikasikan dalam prosiding Konferensi Linguistik Tahunan Atma Jaya Jakarta pada 2003.

Dugaan sumber plagiat itu justrudari skripsi mahasiswa Fakultas Bahasa dan Seni (FBS) Unnes bernama Ristin Setiyani pada 2001 berjudul Pilihan Ragam Bahasa Dalam Wacana Laras Agama Islam di Pondok Pesantren Islam Salafi Al Falah Mangunsari Banyumas.

“Akarnya bukan dari Anif Rida, tapi dari skripsi Ristin. Banyak yang salah menangkap kalau plagiat itu berasal dari Anif Rida,” imbuh Engkus.

Dari dokumen berita acara kajian tim EKA sebanyak 30 lembar yang diperoleh Semarangpos.com dari seorang kolega yang enggan disebutkan namanya, skripsi Ristin ini kemudian diduga dijiplak Fathur Rokhman dalam beberapa artikel, seperti Pilihan Ragam Bahasa Dalam Interaksi Sosial Pada Ranah Agama di Pesantren Banyumas: Kajian Sosiolinguistik yang diterbitkan Jurnal Lingua Artistika-Jurnal Bahasa dan Seni pada 2002.

Laporan penelitian 2002 berjudul Pilihan agama Bahasa Dalam Interaksi Sosial Pada Ranah Agama di Pesantren Banyumas: Kajian Sosiolinguistik, hingga artikel berjudul Piihan Bahasa Sebagai Kendali Status dan Keakraban dalam Masyarakat Diglosik: Kajian Sosiolinguistik di Banyumas yang dipublikasikan pada jurnal nasional terakreditasi Linguistik Indonesia tahun 2005.

Sementara itu, Dirjen Kelembagaan Kemenristekdikti, Prof. Patdono Suwignyo, menyebutkan bahwa tim independen yang dibentuk Menristekdikti memang telah menyelesaikan kajian terhadap kasus dugaan plagiat rektor Unnes. Hasil kajian itu bahkan telah diserahkan ke menteri, senat Unnes, dan juga rektor Unnes.

Meski demikian, Patdono enggan menyebut hasil kajian tim independen itu. Ia berdalih menteri telah menginstruksikan kepada para dirjen, termasuk dirinya untuk tidak membocorkan hasil itu ke publik.

“Bisa jadi [hasil kajian tim independen] yang beredar itu betul, tapi bisa jadi tidak. Hasilnya sudah diserahkan ke Pak Menteri. Aturannya semua dirjen tidak boleh mengeluarkan pendapat atau komentar, karena dikhawatirkan bisa dikurangi atau ditambahi,” terang Patdono saat dihubungi Semarangpos.com, Jumat (5/10/2018).

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya