Pertagas Optimistis Pipa Gas Semarang-Gresik Rampung 2018 Ini

Ilustrasi petugas mengatur aliran di pipa gas. (Antara)
09 Oktober 2018 15:50 WIB David Eka Issetiabudi Semarang Share :

Semarangpos.com, JAKARTA — PT Pertamina Gas menyatakan konstruksi pembangunan pipa gas Semarang-Gresik telah mencapai 97%. Karena itu, Pertagas optimistis ruas pipa gas itu rampung pada akhir tahun 2018 ini. Direktur Utama PT Pertamina Gas Wiko Migantoro mengatakan tinggal 7 km pengerjaan pipa yang perlu dikebut.

Menurutnya, ada dua ruas jalur yang perlu diselesaikan perizinan administrasinya. “Satu di daerah Bojonegoro, satu lagi saya lupa. Untuk yang di Bojonegoro, urusan perizinan dengan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan,” tuturnya ketika dihubungi Jaringan Informasi Bisnis Indonesia (JIBI), Senin (8/10/2018).

Wiko menampik anggapan pengerjaan infrastrukur gas ini terkesan diperlambat. Menurutnya, semuanya sudah sesuai dengan target pengerjaan.

Pengerjaan pipa sepanjang 267 km ini terbentang dari Tambak Lorok, Semarang Jawa Tengah hingga Gresik, Jawa Timur ini sebelumnya ditargetkan selesai pembangunannya pada pertengahan 2018. Pipa dengan diameter 28 inci yang dibangun sejak 2015 tersebut dikerjakan dengan total investasi senilai US$250 juta.

Nantinya, pipa itu akan menyalurkan gas dari Lapangan Jambaran Tiung Biru (JTB) milik PT Pertamina EP Cepu ke PLN Gresik dengan volume 100 MMSCFD. Pengaliran gas tersebut akan dimulai pada 2020, sesuai head of agreement (HOA) yang telah ditandatangani oleh PT Pertamina (Persero) dengan PLN, tahun lalu.

“Sebelum menyalurkan gas dari JTB, tugas kami sekarang mencari sumber gas lain. Tentunya, volume gasnya masih di bawah itu,” tambahnya.

Sayangnya, Wiko enggan menjelaskan dari mana saja sumber gas yang akan dialirkan melalui pipa Semarang-Gresik tersebut.

Sebelumnya, Wakil Menteri ESDM Arcandra Tahar mengakui bahwa harga gas sangat dipengaruhi oleh ketersediaan infrastruktur. Kendati demikian, jika tidak sesuai dengan keekonomian, maka wajar pembangunan pipa tersebut terkesan lambat.

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya

Sumber : Bisnis