Terdakwa Penipuan Bisnis Ponsel Bebas, Jaksa Kasasi

Terdakwa kasus penipuan bisnis ponsel MAS berjalan keluar ruang sidang PN Semarang seusai dilepaskan dari tuntutan, Senin (8/10 - 2018). (Antara/I.C.Senjaya)
09 Oktober 2018 07:50 WIB Newswire Semarang Share :

Semarangpos.com, SEMARANG — Pengadilan Negeri Semarang, Senin (8/10/2018), melepaskan MAS, istri pilot salah satu maskapai penerbangan, dari segala tuntutan dalam kasus dugaan tindak pidana penipuan melalui investasi bisnis pesawat telepon seluler yang kerugiannya mencapai ratusan juta rupiah.

Dalam sidang di Kota Semarang, Jawa Tengah, Senin, ketua majelis hakim Manungku Prasetya menyatakan perbuatan yang dilakukan terdakwa telah terbukti secara sah dan meyakinkan menurut hukum. Meski demikian, terdakwa tidak dapat dijatuhi hukuman karena perbuatan tersebut bukan merupakan tindak pidana.

Hakim menyatakan perbuatan terdakwa terbukti melanggar Pasal 378 KUHP tentang Penipuan. Namun, menurut dia, perbuatan terdakwa bukan merupakan tindak pidana karena di dalamnya ada transaksi antara terdakwa dan saksi. Jaksa sebelumnya menuntut terdakwa dengan hukuman 1,5 tahun penjara.

MAS didakwa telah melakukan tindak penipuan dalam bisnis pesawat ponsel yang diduga telah merugikan korban Siti Kholifah hingga Rp229 juta. "Hubungan antara terdakwa dan korban merupakan hubungan transaksional yang diawali dengan kesepakatan lisan," katanya.

Dalam fakta sidang, lanjut dia, diketahui terdakwa mampu menunjukkan bukti pembayaran berupa rekening koran tentang transfer sejumlah uang kepada korban. Selain itu, terdakwa juga telah menyerahkan sekitar 28 pesawat ponsel berbagai jenis yang nilainya mencapai Rp300 juta.

Berdasarkan fakta yang terungkap di pengasdilan, hakim melepaskan terdakwa dari segala tuntutan hukum dan memerintahkan agar dibebaskan. Atas putusan tersebut, Jaksa Penuntut Umum Supinto Priyanto menyatakan akan mengajukan kasasi. "Kasasi. Kami tunggu dulu salinan putusannya," katanya.

Sesdangkan, penasihan hukum MAS, Jhonson Hasibuan, mengaku bersyukur kliennya dilepaskan dari segala tuntutan. Putusan itu, menurut dia, sesuai dengan fakta persidangan. "Untuk selanjutnya kami mempertimbangkan untuk melaporkan saksi korban ke polisi," katanya.

Menurut dia, saksi korban Siti Kholifah telah memberi keterangan bohong dalam persidangan. Ia menjelaskan korban mengaku tidak pernah menerima transferan sejumlah uang, termasuk menerima barang berupa telepon seluler dari terdakwa. Hal tersebut, lanjut dia, sudah terbukti di persidangan.

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya

Sumber : Antara