Bapak-Anak Penyuap Bupati Purbalingga Dituntut 3,5 Tahun Penjara

Bupati Purbalingga Tasdi keluar ruang sidang Pengadilan Tipikor Semarang, Senin (17/9 - 2018). (Antara/I.C.Senjaya)
09 Oktober 2018 09:50 WIB Newswire Semarang Share :

Semarangpos.com, SEMARANG — Bapak dan anak, Librata Nababan dan Ardirawinata Nababan, dituntut hukuman 3,5 tahun penjara dalam kasus dugaan suap terhadap bupati nonaktif Purbalingga Tasdi.

Selain hukuman badan, jaksa penuntut umum Kresno Anto Wibowo dalam sidang di Pengadilan Tipikor Semarang, Senin (8/10/2018), juga menuntut terdakwa membayar denda senilai Rp100 juta. Jika denda tidak dibayarkan, maka harus diganti dengan kurungan selama enam bulan.

"Menyatakan terdakwa bersalah melanggar Pasal 5 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 yang telah diubah dan ditambahkan dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi," kata jaksa dalam sidang yang dipimpin ketua majelis hakim Aloysius Priharnoto Bayuaji tersebut.

Dalam uraiannya, Librata dan Ardirawinata merupakan pihak swasta yang menjadi perantara pemberian suap kepada Bupati Tasdi. Jaksa menyebut total suap yang diberikan adalah Rp115 juta. Uang itu diberikan dalam dua tahap. Uang itu merupakan fee yang berasal dari pemenang lelang proyek Purbalingga Islamic Center, Hamdani Kosen.

Dalam perkara itu, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) juga menjerat Ketua Unit Layanan Pengadaan Pemerintah Kabupaten Purbalingga Hadi Iswanto. Suap yang diterima bupati itu merupakan bagian dari komitmen uang senilai Rp500 juta yang akan diberikan.

Atas tuntutan tersebut, hakim memberi kesempatan terdakwa untuk menyampaikan pembelaan pada sidang dua pekan mendatang.

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya

Sumber : Antara