Jateng Cari 180.000 Sukarelawan Pendamping Ibu Hamil

Ilustrasi ibu melahirkan (huffingtonpost)
09 Oktober 2018 16:50 WIB Imam Yuda Saputra Semarang Share :

Semarangpos.com, SEMARANG — Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Tengah (Jateng) mencari 180.000 sukarelawan untuk mendampingi ibu hamil yang berisiko tinggi mengalami kematian. Hal ini dilakukan guna menurunkan angka kematian ibu dan melahirkan (AKI) di Jateng.

Gubernur Jateng, Ganjar Pranowo, menyebutkan salah satu upaya efektif dalam penurunan AKI adalah peningkatan sumber daya manusia (SDM) untuk mengawal dan mengawasi periode kehamilan.

"Ini berkaitan dengan kualitas sumber daya manusia. Jateng sudah punya program 5NG, Jateng Gayeng Nginceng Wong Meteng. Ini ada temanya, yakni one student one client," kata Ganjar saat menghadiri Steerin Committe Peningkatan Keselamatan Ibu Melahirkan dan Bayi Baru Lahir di Jateng di Wisma Perdamaian, Kota Semarang, Selasa (9/10/2018).

One student one client, lanjut Ganjar, merupakan program pendamping 5NG, di mana setiap ibu hamil mendapat pendampingan.

Menurut Ganjar student tidak berarti harus mahasiswa, tapi bisa kelompok masyarakat, LSM, pemerhati, atau pihak mana pun yang peduli.

Dengan program 5NG, Pemprov Jateng dianggap telah berhasil menurunkan angka kematian ibu mencapai 14 persen atau 88,58 per 100.000 kelahiran. Angka itu melampau target yang ditetapkan SDG's sekitar 3 persen per tahun atau 90 per 100.000 kelahiran hidup.

Sementara itu berdasarkan data Dinas Kesehatan (Dinkes) Jateng pada 2017, jumlah ibu hamil mencapai 596.349 orang, dengan angka risiko tinggi mencapai 20 persen atau 124.297 orang.

"Kita cari sukarelawan sekitar 180.000. Kita harap kalau didampingi ceknya rutin, bagaimana asupan gizi, kondisi harian, diantar dan ditungguin sampai melahirkan, insyaallah bisa mengurangi risiko kematian yang ada," imbuh Ganjar.

Sementara itu akademisi dari Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) Universitas Dian Nuswantoro (Udinus), Catur Yuantari, mengaku siap mengerahkan mahasiswa sebagai sukarelawan. "Kami siap mengerahkan 200 mahasiswa untuk one student one client," katanya. 

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya