Pemkab Kudus Bantu Pasarkan Beras Bulog

Bupati Kudus Muhammad Tamzil didampingi Kepala Perum Bulog Subdivre II Pati Muhammad Taufiq meninjau gudang bulog di Kabupaten Kudus, Jateng, Selasa (9/10 - 2018). (Antara/Akhmad Nazaruddin Lathif)
10 Oktober 2018 01:50 WIB Newswire Semarang Share :

Semarangpos.com, KUDUS — Pemerintah Kabupaten Kudus menyatakan kesiapan membantu pemasaran beras dari Perum Bulog mengingat beras yang dijual merupakan beras hasil penyerapan dari petani.

"Apalagi, beras yang ditawarkan oleh Perum Bulog sudah dikemas dengan kemasan berbagai ukuran, termasuk beras kemasan mini atau saset," kata Bupati Kudus Muhammad Tamzil yang didampingi Kepala Perum Bulog Subdivre II Pati Muhammad Taufiq saat mengunjungi gudang bulog di Kecamatan Kaliwungu, Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, Selasa (9/10/2018).

Ia mempersilakan Perum Bulog untuk memasarkan produk beras kemasannya kepada masyarakat, termasuk jajaran aparatur sipil negara (ASN) setiap ada kegiatan. Terkait dengan program Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT), katanya, Bulog juga perlu diberi kesempatan karena sebelumnya juga memiliki Rumah Pangan Kita yang menyediakan aneka kebutuhan pokok seperti yang dibutuhkan oleh penerima manfaat dari BPNT.

Kehadirannya ke gudang bulog yang ada di Kudus, kata dia, dalam rangka memastikan bahwa Perum Bulog juga siap membantu menyerap beras petani. "Meskipun saat ini, ada jalur lain yang bisa diambil petani selain harus menjualnya kepada Bulog melalui mitra," ujarnya.

Sebelumnya, kata dia, Perum Bulog merupakan penyalur beras untuk masyarakat prasejahtera, kini kebijakannya berbeda karena perusahaan milik pemerintah itu harus mandiri untuk menjual produknya sendiri. Untuk memasarkannya, Bulog juga dipersilakan keliling ke desa-desa untuk menawarkan produk yang dimilikinya, mulai dari beras kemasan 200 gram, kemasan 5 kg, dan curah dengan kemasan 50 kg, serta daging kerbau, gula pasir, minyak goreng, dan tepung terigu dalam bentuk kemasan.

Kepala Perum Bulog Subdivre II Pati Muhammad Taufiq menyatakan berterima kasih atas kesediaan Pemkab Kudus yang siap membantu memfasilitasi pemasaran beras dari Bulog. Ia mengakui Perum Bulog harus berjuang memasarkan produknya sendiri karena saat ini tidak ada lagi program Rastra sehingga stok beras yang tersedia harus bisa dijual kepada masyarakat agar stok di gudang bisa terkurangi.

Khusus untuk stok beras di gudang bulog yang ada di Kabupaten Kudus, katanya, mencapai 3.100 ton, meliputi beras medium sebanyak 2.350 ton dan beras premium sebanyak 744 ton. Stok beras sebesar itu, katanya, memiliki ketahanan hingga bulan Mei 2019.

Untuk itulah, kata dia, kunjungan Bupati Kudus M. Tamzil sekaligus dimanfaatkan untuk memperkenalkan beras kemasan mulai dari kemasan mini dengan berat 200 gram, kemasan 5 kilogram, hingga beras curah dengan kemasan 50 kg. Produk lain yang dimiliki oleh Perum Bulog, yakni daging kerbau impor, gula pasir, minyak goreng, dan tepung terigu dalam bentuk kemasan.

Beras saset dengan ukuran 200 gram tersebut, merupakan beras kualitas premium yang dijual untuk tingkat konsumen sebesar Rp2.500 per saset, sedangkan kemasan 5 kg dijual Rp64.000 per kemasan, daging kerbau dijual Rp80.000/kg, tepung dijual Rp7.500/kg, gula pasir dijual Rp12.500/kg, dan minyak goreng sebesar Rp12.500/liter. Penyerapan beras kepada petani, katanya, masih berjalan melalui mitra Bulog, meskipun saat ini sudah tidak ada panen.

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya

Sumber : Antara