Baliho Prabowo-Sandi di Jepara Dirusak, Pembiaran Nodai Demokrasi

Alat peraga kampanye pasangan calon presiden Prabowo Subianto-Sandiaga Salahuddin Uno yang terpasang di Roemah Joeang Kalinyamatan Jepara, Jawa Tengah diduga sengaja dirusak orang tak bertanggung jawab, Senin (8/10 - 2018) malam. (Antara/Posko Rumah Juang)
10 Oktober 2018 18:50 WIB Newswire Semarang Share :

Semarangpos.com, JEPARA — Baliho bergambar pasangan calon presiden Prabowo Subianto dan calon wakil presiden Sandiaga Salahuddin Uno di Roemah Joeang Kalinyamatan Jepara, Jawa Tengah diduga dirusak oleh orang tidak bertanggung jawab.

Pengurus Posko Rumah Juang Prabowo-Sandi di Kalinyamatan, Kabupaten Jepara, Zamroni yang dihubungi Kantor Berita Antara dari Kudus, Jateng, Selasa (9/10/2018), menyatakan alat peraga kampanye tersebut diduga dirusak Senin (8/10/2018) malam. Pada alat peraga kampanye (APK) tersebut terdapat bekas sayatan menggunakan benda tajam.

Ia memastikan kerusakan yang terjadi bukan karena faktor tertiup angin atau lainnya, melainkan ada unsur kesengajaan dari pihak yang tidak bertanggung jawab. Roemah Djoeang Prabowo-Sandi di Kalinyamatan Jepara itu baru beroperasi beberapa hari lalu. Posko pemenangan pasangan bernomor urut 2 pada Pemilihan Presiden dan Wakil Presiden (Pilpres) 2019 tersebut terletak di deretan ruko di Kalinyamatan Jepara.

Zamroni mengaku belum bisa memastikan motif dari aksi perusakan tersebut apakah untuk mengintimidasi sukarelawan Prabowo-Sandi atau ulah orang iseng. Apalagi Kalinyamatan merupakan basis suara Partai Gerindra karena Ketua DPD Gerindra Jawa Tengah yang juga anggota DPR Abdul Wachid berasal dari Kalinyamatan.

Ia mendesak jajaran Bawaslu Kabupaten Jepara maupun aparat kepolisian setempat mengusut tuntas perusakan APK tersebut. Pembiaran atas kasus tersebut hanya akan menodai keberhasilan Pemilihan Umum (Pemilu) dan Pilpres 2019. "Jangan sampai Pemilu 2019 dinodai oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab seiring adanya upaya intimidasi dari pihak tertentu," ujarnya.

Tim pemenangan Prabowo-Sandi telah melaporkan dugaan tindak pidana pemilu tersebut ke Bawaslu maupun aparat kepolisian. "Aksi tidak terpuji tersebut, tidak sepantasnya dilakukan karena Pemilu 2019 merupakan ajang pesta demokrasi yang sehat," ujarnya.

Ia berharap hal serupa tidak terulang kembali karena menjadi preseden buruk bagi pesta demokrasi yang akan berlangsung.

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya

Sumber : Antara