Lelang Jalan Tol Semarang-Demak Tuntas November

Banjir rob di Kaligawe Semarang, Jawa Tengah, Rabu (23/5 - 2018). (Bisnis.com/Alif Nazzala Rizqi)
11 Oktober 2018 08:50 WIB Rivki Maulana Semarang Share :

Semarangpos.com, JAKARTA — Badan Pengatur Jalan Tol mengestimasi proses lelang proyek jalan tol Semarang-Demak tuntas pada bulan November 2018 sehingga pemenang bisa segera diketahui.

Kepala Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) Herry Trisaputra Zuna mengatakan bahwa saat ini proses lelang masih dalam tahap penilaian prakualifikasi. Pendaftaran prakualifikasi sudah dibuka sejak 31 Juli 2018.

"Bulan ini mungkin belum bisa [diumumkan], prosesnya ada di panitia lelang. Mungkin bulan depan, November," jelasnya kepada Jaringan Informasi Bisnis Indonesia (JIBI), pekan lalu.

Proyek jalan tol Semarang-Demak merupakan proyek prakarsa pemerintah (solicited project). Jalan tol ini akan dibangun sepanjang 26,80 km dengan nilai investasi Rp16 triliun.

Konstruksi jalan tol yang akan dibangun juga berfungsi sebagai tanggul laut. Tanggul laut dibutuhkan untuk mengatasi banjir rob atau limpasan air laut ke daratan yang kerap menggenangi sebagian kawasan Semarang. dan sekitarnya

Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat bakal mempertimbangkan penawaran terbaik dari badan usaha yang ikut lelang dalam proyek ini. Pada umumnya, pada proyek prakarsa pemerintah, badan usaha yang mengajukan kebutuhan dukungan yang minim akan mendapat penilaian lebih baik.

Proyek jalan tol Semarang-Demak sempat dilelang pada tahun lalu. Dua konsorsium, yaitu PT Wijaya Karya (Persero) Tbk. dan PT Pembangunan Perumahan (Persero) Tbk., serta PT Jasa Marga (Persero) Tbk. dan PT Waskita Toll Road saat itu sudah dinyatakan lulus prakualifikasi. Namun, lelang terpaksa diulang karena lingkup pekerjaan proyek dipadukan dengan pembangunan tanggul laut.

Setelah lelang diulang, sebanyak empat konsorsium asing dan lokal meminati pengusahaan jalan tol Semarang-Demak. Beberapa waktu lalu, Kepala Panitia Pelelangan Pengusahaan Jalan Tol BPJT Eka Pria Anas mengatakan bahwa dari periode pendaftaran dan pengambilan dokumen prakualifikasi lelang sejak 31 Juli hingga 21 Agustus, sebanyak empat konsorsium mendaftar untuk mendapatkan hak konsesi tol tersebut.

“Ada empat konsorsium. Dua konsorsium dari China dan dua lainnya dari lokal,” kata Eka, beberapa waktu lalu. Eka enggan memerinci perusahaan apa saja yang tergabung dalam empat konsorsium tersebut karena saat itu proses prakualifikasi proyek tengah berlangsung. Dia menargetkan hasil prakualifikasi dapat diketahui sebulan kemudian.

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya

Sumber : Bisnis