Taman Indonesia Kaya Terlarang untuk Musik Rock dan Dangdut

Program Director Bakti Budaya Djarum Foundation, Renitasari Adrian dan Wakil Wali Kota Semarang, Hevearita G. Rahayu, melihat-lihat bagian Taman Indonesia Kaya di Jl. Menteri Supeno, Kota Semarang, Rabu (10/10 - 2018).
11 Oktober 2018 12:50 WIB Imam Yuda Saputra Semarang Share :

Semarangpos.com, SEMARANG — Pemerintah Kota Semarang dan Bakti Budaya Djarum Foundation akhirnya menuntaskan proyek pembangunan Taman Indonesia Kaya yang terletak di Jl. Menteri Supeno, Kota Semarang. Taman yang berdiri di lahan seluas 5.000 m2 itu resmi dibuka, Rabu (10/10/2018).

Taman Indonesia Kaya merupakan ruang terbuka hijau yang berada di pusat kota yang memiliki berbagai fasilitas. Salah satu fasilitasnya, tak lain adalah Panggung Budaya yang akan menjadi wadah ekspresi para seniman dan pekerja seni.

Nantinya, di taman ini akan digelar secara ruting pertunjukan seni dan budaya. Masyarakat pun bisa menyaksikan pertunjukan seni itu tanpa dipungut biaya sepeser pun alias gratis.

Kendati demikian, Panggung Budaya yang ada di Taman Indonesia Kaya tidak boleh digunakan untuk menggelar pertunjukan musik rock dan dangdut.

Wakil Wali Kota Semarang, Hevearita G. Rahayu, mengatakan pelarangan musik rok dan dangdut bukan untuk membuat perbedaan. Hanya saja, musik rock dan dangdut kerap mendatangkan massa yang banyak dan sulit dikendalikan hingga berisiko merusak taman.

 “Sudah beberapa waktu lalu Pak Wali [ Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi] juga ber-statmen, untuk musik dangdut dan rock tidak boleh di sini. Tapi, untuk seni budaya lainnya boleh. Bukan apa-apa [tidak bermaksud diskriminasi]. Nanti takutnya rusak,” ujar Hevearita kepada wartawan seusai meninjau Taman Indonesia Kaya, Rabu sore.

Wakil Wali Kota Semarang yang akrab disapa Ita itu mengatakan perawatan Taman Indonesia Kaya membutuhkan anggaran yang cukup besar. Meski demikian, Ita mengaku untuk sementara perawatan taman akan ditanggung Bakti Budaya Djarum Foundation selama tiga bulan.

“Untuk perawatannya, tiga bulan pertama di-support Djarum Foundation. Sedangkan, perawatan area hijau di-support selama 6 bulan kedepan. Perawatannya cukup intensif, ada security yang berjaga selama 24 jam, tukang kebun, dan lain-lain. Selain itu di luar taman juga kita tugaskan Satpol PP dan Dinas Perhubungan,” imbuh Ita.

Sementara itu, Program Director Bakti Budaya Djarum Foundation, Renitasari Adrian, mengatakan pihaknya akan berkomitmen menggelar pertunjukan seni dan budaya di Taman Indonesia Kaya secara rutin.

“Tujuan kami membangun ini salah satunya untuk mengunggah minat masyarakat menonton pertunjukan seni dan budaya. Kenapa kami pilih seni pertunjukan? Karena seni pertunjukan melibatkan banyak orang, baik dari penampil hingga penontonnya,” ujar Renita.

Sebagai permulaan, Taman Indonesia Kaya akan menggelar pertunjukan seni pada Sabtu (27/10/2018) nanti. Pertunjukan itu akan mendatangkan sejumlah seniman ternama seperti Butet Kertaradjasa, Agus Noor, Djaduk Ferianto, Cak Lontong, Prie GS, Sruti Respati, dan seniman- asal Semarang, Jogja, Solo, dan Kudus.

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya