Jiwa Ratusan Warga Jateng Terganggu!

Diskusi Hari Kesehatan Jiwa Sedunia di Kantor Dinas Kesehatan Jawa Tengah. (Antara/Wisnu Adhi)
11 Oktober 2018 01:50 WIB Newswire Semarang Share :

Semarangpos.com, SEMARANG — Dinas Kesehatan Jawa Tengah menyebutkan ratusan warga yang tersebar di 35 kabupaten dan kota provinsi ini mengalami gangguan jiwa. Sebagian dari mereka bahkan harus dipasung oleh keluarga masing-masing.

"Berdasarkan data, hingga Juni 2018, tercatat 464 penderita gangguan jiwa terpaksa dipasung oleh keluarganya karena dikhawatirkan mengganggu orang lain," papar Kepala Seksi Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tidak Menular (P2PTM) Dinas Kesehatan Jateng Arfian Nevi di Kota Semarang, Rabu (10/10/2018).

Berdasarkan data kasus orang dengan gangguan jiwa tersebut, lanjut dia, sebagian penderita sudah dilepaskan dan mendapat perawatan secara intensif. Menurut dia, pemasungan tersebut karena gangguan kejiwaan yang dialami oleh penderita sudah cukup akut dan dianggap membahayakan.

"Gangguan jiwa akut atau berat harus ada pengobatan yang teratur dan penderitanya tidak boleh dipasung," ujarnya pada Diskusi Hari Kesehatan Jiwa Sedunia di Kantor Dinkes Jateng.

Terkait dengan hal tersebut, Dinkes Jateng mengajak para pemangku kepentingan lintas sektoral untuk berperan aktif menyelesaikan permasalahan terkait dengan orang dengan gangguan jiwa yang dipasung. "Penderita gangguan jiwa yang dipasung harus dibebaskan dan?mendapat perawatan secara maksimal," katanya.

Permasalahan kesehatan jiwa di Indonesia, termasuk di Jateng, kata dia, harus ditangani secara sistematis mulai dari keluarga hingga lingkungan sekitar. "Ini PR [pekerjaan rumah] kita untuk membebaskan mereka, bukan berarti dilepaskan begitu saja tanpa pengawasan, tapi juga harus dikendalikan dan diobati secara teratur," ujarnya.

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya

Sumber : Antara