FK UII Jogja Beri Layanan Kesehatan Gratis di Pondok Pesantren

Dosen Fakultas Kedokteran Universitas Islam Indonesia (FK UII) Farida (kanan) memberikan doorprize kepada salah seorang santri dalam kegiatan penyuluhan kesehatan di Ponpes Ash Sholihah, Sumberadi Mlati Sleman. (Harianjogja.com/Humas UII)
11 Oktober 2018 16:20 WIB Herlambang Jati Kusumo Semarang Share :

Solopos.com, SLEMAN — Tim dosen dan mahasiswa Fakultas Kedokteran (FK) Universitas Islam Indonesia (UII) Jogja menjalankan program pengabdian masyarakat dengan memberikan pendampingan dan layanan kesehatan gratis di Pondok Pesantren Ash Sholihah, Jonggrangan, Sumberadi, Mlati, Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta.

Kegiatan ini bertujuan memberikan sosialisasi Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) sekaligus membentuk sukarelawan kesehatan pesantren (rekestren). Dosen FK UII Jogja yang terlibat dalam kegiatan pengabdian yang dibiayai dana hibah Dikti ini, antara lain Farida Juliantina Rachmawaty, Rosmelia, Fitria Siwi Nur Rochmah, dan Novyan Lusiyana.

Farida menjelaskan kegiatan yang dilakukan FK UII di Ponpes Ash Sholihah tersebut dilakukan dengan menggelar beberapa kali pertemuan, dengan tujuan meningkatkan derajat kesehatan santri. Bentuknya meliputi skrining pengetahuan santri, pemeriksaan kesehatan, penyuluhan, lomba kebersihan kamar, hingga cerdas cermat kesehatan.

“Untuk penyuluhan kesehatan meliputi pengetahuan mengenai PHBS, mengenal penyakit scabies dan bagaimana pencegahan serta pengobatannya, pengenalan terhadap obat-obat sederhana dan P3K sederhana,” ujar Farida, Rabu (10/10/2018).

Dalam kegiatan ini dosen dan mahasiswa Universitas Islam Indonesia berbagi tugas. Ada yang memeriksa kesehatan, memberikan penyuluhan, meninjau kamar santri dan berbagai aktivitas lain untuk memberikan pemahaman kesehatan kepada para santri.

“Kami juga meninjau kamar santri sekaligus memberikan pemahaman kepada mereka bagaimana agar kamar bersih dan sehat,” ujarnya.

Ia berharap melalui kegiatan pendampingan kesehatan bagi para santri ponpes itu, civitas academica Universitas Islam Indonesia dapat meminimalisasi penyakit yang sering terjadi di lingkungan dengan komunitas padat. Tim FK UII Jogja berharap penyebaran penyakit dapat dicegah sedini mungkin, terutama penyakit scabies.

Melalui pengabdian masyarakat itu, tim dosen dan mahasiswa Universitas Islam Indonesia juga membentuk rekestren. Sukarelawan ini merupakan para santri perwakilan dari setiap kamar. Santri yang tergabung dalam rekestren itu akan menjadi pengawal kesehatan di ponpes tersebut.

Menurut Farida, ponpes asuhan Kyai Moh. Marom dan Nyai Siti Hilaliyah itu menyambut baik kegiatan civitas academica Universitas Islam Indonesia tersebut. “Para santri sangat antusias mengikuti kegiatan ini,” ujar Farida mewakili tim dosen dan mahasiswa FK UII Jogja.

Sumber : Harianjogja.com