Warga Karimunjawa Serbu SPBU, Ini Penjelasan Pertamina...

Ilustrasi antre BBM. (Solopos.com/Dok.)
11 Oktober 2018 22:50 WIB Imam Yuda Saputra Semarang Share :

Semarangpos.com, SEMARANG — PT Pertamina Marketing Operation Region (MOR) IV Jawa Bagian Tengah (JBT) membantah kabar keterlambatan pasokan bahan bakar minyak (BBM) ke Kepulauan Karimunjawa, Kabupaten Jepara, Jawa Tengah (Jateng), dalam beberapa hari terakhir.

Hal itu disampaikan Manajer Komunikasi dan CSR Pertamina MOR IV, Andar Titi Lestari, menanggapi kabar yang beredar di media sosial (medsos) terkait terlambatnya pasokan BBM di Karimunjawa.

Dalam video yang tampil di channel vidio.com, berjudul Geger Warga Karimun Gruduk SPBU, Kamis (11/10/2018), memang telihat antrean pengunjung di sebuah SPBU. Video berdurasi satu menit 49 detik yang diunggah akun @wahyugusti itu juga tertulis, ‘Lama tidak dapat kiriman BBM warga Karimun Jepara Jawa Tengah minta pengelola SPBU prioritaskan warga dan bukan pengusaha atau proyek’.

Menanggapi video tersebut, Andar membantah jika pihaknya telat mengirim BBM ke pulau yang kerap dijuluki Paradise of Java itu.

“Tidak ada keterlambatan. Kapal berjalan normal, sudah bersandar di Karimun sejak Senin [8/10/2018] kemarin,” ujar Andar saat dihubungi Semarangpos.com, Kamis.

Andar menyebutkan jika ada permasalahan dalam suplai BBM ke masyarakat, hal itu lebih disebabkan kendala operasional di Karimunjawa. Meski demikian, ia tidak menyebut secara pasti apa kendala operasional itu.

“Kalau dari video yang beredar memang terlihat antre. Tapi, itu normal. Sejauh ini stok BBM di Karimunjawa aman. Tidak ada keterlambatan maupun pengurangan,” imbuh Andar.

Andar menyebut setiap bulan, Pertamina MOR IV memasok BBM ke Karimunjawa sekitar 240 KL. Jumlah itu hingga saat ini tidak dikurangi, meski pun baru-baru ini salah satu jenis BBM, Pertamax, mengalami kenaikan harga.

Sementara itu, Sekretaris Camat Karimunjawa, Nur Sholeh Eko Prasetyawan, membenarkan jika tidak ada keterlambatan pasokan BBM dari Pertamina. Ia mengaku membeludaknya antrean di salah satu SPBU di pulau tersebut lebih dikarenakan tingkat konsumsi warga yang tinggi.

“Memang kabarnya kemarin salah satu gudang atau SPBU rusak. Jadi, warga tidak bisa memenuhi kebutuhan. Pas, sudah dibuka antrenya langsung membeludak. Tapi, kalau terlambat tidak, karena kapal yang membawa BBM sudah bersandar sejak beberapa hari lalu di pelabuhan,” terang Nur Sholeh.

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya