Gubernur Jateng Tantang Pendamping Desa Tingkatkan Potensi Warga

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo memberikan pengarahan dalam Bursa Inovasi Desa di Kabupaten Temanggung, Jateng. (Antara/Heru Suyitno)
11 Oktober 2018 21:50 WIB Newswire Semarang Share :

Semarangpos.com, TEMANGGUNG — Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo menantang tenaga pendamping lokal desa (PLD) meningkatkan potensi masing-masing desa yang didampingi. Tantangan itu disampaikan Ganjar Pranowo saat memberikan pengarahan dalam Bursa Inovasi Desa Kabupaten Temanggung 2018 di Pendapa Pengayoman Temanggung, Jateng, Rabu (10/10/2018).

Gubernur Ganjar Pranowo berharap PLD terus menjadi poros serta sosok yang mampu memberikan peran berarti bagi masing-masing desa yang mereka ampu. "Hal ini harus dilakukan agar desa mampu mengangkat seluruh potensi yang dimiliki sehingga roda perekonomian dapat berputar semakin cepat dan membawa imbas kesejahteraan bagi masyarakat," katanya.

Menurut dia, dana desa yang digelontorkan pemerintah pusat melalui Kementerian Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi sejatinya masih menjadi problem tersendiri bagi beberapa desa. Masih banyak perangkat serta komponen desa lain yang belum siap dalam hal pengelolaan, perencanaan, proses, hingga masalah transparansi penggunaan anggaran yang diperoleh. Hal ini belum termasuk masalah pemetaan geografis dan monografi agar harapan pemerintah membangun dari kawasan pinggiran segera tercapai.

"Saya beri PR masing-masing PLD untuk terus mendampingi desa dan mampu mengangkat potensi masing-masing desa yang bersangkutan. Termasuk mengawal penggunaan dana desa itu sendiri," katanya.

Ia mencontohkan di Temanggung banyak varian kopi berikut baristanya. Coba membuat sebuah pertunjukan, ini pasti bisa menjadi daya tarik dan menaikkan harga jual kopi.

Menurut dia pemetaan potensi, geografis, dan kondisi masyarakat sangat penting dilakukan. Apalagi mayoritas angka kemiskinan terkonsentrasi di wilayah pedesaan.

Ia menuturkan saat ini merupakan momentum yang tepat untuk mengevaluasi sejauh mana kesuksesan pembangunan desa sekaligus seperti apa perkembangan pembangunan fisik hingga nonfisik. Ganjar menyebutkan setiap tahun anggaran dana desa di Jawa Tengah terus mengalami kenaikan, pada 2015 senilai Rp2,2 triliun, 2016 Rp5,002 triliun, 2017 Rp6,38 triliun, dan 2018 Rp6,74 triliun.

Bupati Temanggung Muhammad Al Khadziq menuturkan dana desa merupakan sebuah peluang bagi setiap desa untuk mulai mengembangkan kreasi sesuai dengan potensi dan inovasi masing-masing. Apabila berhasil, maka masalah-masalah sosial seperti pengangguran dan kemiskinan dapat teratasi.

Ia mengatakan di Kabupaten Temanggung terdapat potensi lokal yang dapat dikembangkan, terutama sektor pertanian dan perkebunan seperti komoditas tembakau, kopi, panili, merica, kemukus, bawang putih, dan aren. Kadziq mengatakan tahun 2018 alokasi dana desa di Temanggung sebanyak Rp213 miliar untuk 266 desa.

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya

Sumber : Antara