Hari Tanpa Bayangan Panaskan Semarang

Ilustrasi hari tanpa bayangan. (Bisnis)
11 Oktober 2018 20:50 WIB Gloria Fransisca Katharina Lawi Semarang Share :

Semarangpos.com, JAKARTA — Mulai September sampai Oktober 2018, sejumlah titik di Indonesia akan mengalami Hari Tanpa Bayangan. Di Jawa Barat, Hari Tanpa Bayangan terjadi lima menit di Bandung. Situasi serupa terjadi juga di Semarang, Jawa Tengah.

Apa itu Hari Tanpa Bayangan? Dilansir dari situs resmi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), pada hari tanpa bayangan terjadi sebuah fenomena kulminasi ketika matahari tepat berada di posisi paling tinggi di langit. Kondisi ini tidak menandakan bayangan hilang sepenuhnya, sebaliknya, bayangan jatuh tepat berada di atas benda.

Ada pun rata-rata paparan kulminasi ini berlangsung tiga menit-lima menit dan muncul sekitar pukul 11.00 WIB. Fenomena ini terjadi karena bidang ekuator Bumi atau bidang rotasi Bumi tidak tepat berimpit pada bidang revolusi bumi. Alhasil posisi matahari dari bumi akan terlihat terus berubah sepanjang tahun antara 23,50LU sampai dengan 23,50 LS, hal ini disebut sebagai gerak semu harian matahari.

Dilansir dari Instagram @humas_jabar, Kamis (11/10/2018),  Bandung kebagian Hari Tanpa Bayangan, pada unggahan tersebut, tertulis bahwa Bandung dan sekitarnya akan menjadi lebih panas karena matahari berada pada titik kulminasi. Hal ini tergolong peristiwa yang rutin dua kali dalam setahun, yakni Maret dan Oktober 2018.

Secara otomatis kondisi ini membuat Bandung dan disekitarnya menjadi lebih panas. Masyarakat Jawa Barat diimbau menghindari paparan sinar matahari dan memperbanyak minum air putih.

Selain Bandung, daerah yang sudah mengalami hari tanpa bayangan adalah Serang, dan Jakarta. Selanjutnya adalah Semarang, Bandung. Pada 12 Oktober 2018 mendatang akan muncul hari tanpa bayangan di Surabaya. Pada 13 Oktober di Jogja, lalu 15 Oktober 2018 di Denpasar dan Mataram, dan 20 Oktober 2018 di Kupang.

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya

Sumber : Bisnis