Festival Lembutan Didorong Jadi Agenda Wisata, Ini Pesonanya...

Petani merajang daun tembakau lembutan dalam Festival Lembutan di Kecamatan Bansari, Kabupaten Temanggung, Jateng, Rabu (10/10 - 2018). (Antara/Heru Suyitno)
12 Oktober 2018 12:50 WIB Newswire Semarang Share :

Semarangpos.com, TEMANGGUNG — Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo menilai Festival Lembutan yang diselenggarakan warga Kecamatan Bansari, Kabupaten Temanggung, Jateng bisa dikembangkan sebagai objek daya tarik wisata andalan kabupaten setempat.

"Saya berharap Festival Lembutan ini terus dikembangkan, dipromosikan jadi tempat wisata, apalagi didukung oleh kondisi alam yang indah," katanya seusai menghadiri Festival Lembutan di Lapangan Desa Bansari, Temanggung, Jateng, Rabu (10/10/2018).

Festival Lembutan diikuti oleh 13 desa di Kecamatan Bansari. Masing-masing desa menampilkan potensi unggulan masing-masing. Dalam festival ini, masing-masing desa mengirimkan perwakilan untuk mengikuti lomba merajang daun tembakau lembutan secara manual.

Tembakau lembutan biasanya digunakan untuk konsumsi sendiri. Tembakau ini berbeda dengan yang dihasilkan mesin pengrajang yang hasilnya lebih kasar.

Menurut Ganjar, hal yang menarik dari festival ini adalah bisa memunculkan kreativitas lokal, "Di sini brambang tidak dijual brambang begitu saja, tetapi dijadikan brambang goreng, muncul juga miniatur-miniatur dalam bentuk gantungan kunci, warga membuat kaus sendiri sehingga muncul industri kreatif," katanya.

Ia mengatakan melalui festival ini, potensi yang dimiliki desa ini nantinya bisa lebih maju lagi, karena daya dukung alamnya bagus untuk menarik orang datang ke sini berwisata. "Tinggal buat event yang kreatif, ngajak orang ke sini, dan perbaiki penyelenggaraannya tiap tahun dan jadikan kegiatan ini sebagai kalender event tahunan maka bisa menarik," katanya.

Ketua Panitia Festival Lembutan Agus Zamroni menuturkan Kecamnatan Bansari memiliki kekayaan alam yang melimpah, salah satunya adalah tembakau. Menurut dia, dari tembakau yang dirajang lembutan bisa meningkatkan perekonomian petani, karena petani bisa menentukan harga sendiri.

Ia mengatakan melalui kegiatan seperti ini Bansari menjadi ajang wisata, bisa dikenal orang bahwa ada Bansari yang hampir seluruh desanya memiliki potensi wisata. "Festival Lembutan baru kali pertama diselenggarakan, kami berharap agar kegiatan ini nanti menjadi tolak ukur acara tahunan mendatang," katanya.

Ia menyebutkan harga tembakau lembutan dari Rp50.000/kg hingga Rp2 juta/kg.

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya

Sumber : Antara