UII Jogja Sulap Cairan Sampah Jadi Bahan Bakar

Mahasiswa Universitas Islam Indonesia (UII) yang menawarkan konsep integrasi pengolahan limbah air lindi guna menghasilkan bahan bakar biodiesel, energi listrik, dan air bersih. (Harianjogja.com/UII Dok.)
13 Oktober 2018 17:20 WIB I Ketut Sawitra Mustika Semarang Share :

Semarangpos.com, JOGJA — Mahasiswa Universitas Islam Indonesia (UII) Jogja menawarkan konsep integrasi pengolahan limbah air lindi guna menghasilkan bahan bakar biodiesel, energi listrik, dan air bersih. Air lindi adalah cairan yang merembes dari tumpukan sampah yang terbentuk karena pelarutan dan pembilasan materi-materi yang terlarut dan proses pembusukan oleh aktivitas mikroba.

Hal ini merupakan respons atas kondisi tempat pembuangan sampah terpadu (TPST) yang kotor, berbau, dan mengganggu kenyamanan warga sekitar. Para mahasiswa UII yang menggagas pembuatan bahan bakar biodiesel, energi listrik, dan air bersih dari cairan sampah itu adalah Iis Setianingrum (Jurusan Kimia, angkatan 2015), Vivin Viani (Jurusan Kimia, angkatan 2015), dan Andri Ramadhani (Jurusan Kimia, angkatan 2016).

Mereka dibimbing Rudy Syah Putra untuk menawarkan konsep Environmental Sustainable Energy Network yang merupakan keterpaduan remediasi lingkungan dengan energi. “Dalam pengaplikasian konsep ini kami menggunakan beberapa metode yang nantinya dapat berjalan secara berkelanjutan," jelas Iis seperti disampaikan dalam rilis yang diterima Harianjogja.com dari Solopos Group, Senin (27/8/2018).

Konsep integrasi pengolahan limbah air lindi hadir sebagai jawaban atas keprihatinan mengenai masalah penumpukan sampah. Penumpukan sampah merupakan permasalahan global yang mudah ditemui sehari-hari.

Di Indonesia, sudah sangat banyak terdapat TPST. Tapi, kondisi lingkungan TPST yang kotor dan berbau sangat mengganggu kenyamanan masyarakat, yang tinggal di sekitar daerah tersebut, terlebih lagi dengan adanya genangan air lindi. "Berangkat dari permasalahan itulah kami menawarkan konsep ini," jelas Iis.

Air lindi adalah cairan yang merembes ke bawah dari tumpukan sampah yang terbentuk karena pelarutan dan pembilasan materi-materi terlarut dan proses pembusukan oleh aktivitas mikroba setelah adanya air eksternal yang masuk ke dalam tumpukan sampah itu.

Vivin menambahkan, konsep integrasi pengolahan limbah air lindi juga memiliki beberapa keunggulan seperti green environmental, zero waste, sustainable development, dan renewable energy. "Dengan munculnya inovasi ini, kami berharap konsep ini dapat menjadi alternatif solusi dalam menyelesaikan permasalahan lingkungan dan juga membantu dalam kecukupan energi di Indonesia," jelas Vivin.

Vivin, mewakili kawan-kawannya dari tim UII Jogja, juga menyatakan terima kasih kepada Kemenristekdikti karena telah memberikan insentif melalui proposal Program Kreativitas Mahasiswa-Gagasan Tertulis (PKM-GT). "Dan telah mengizinkan untuk mempresentasikan konsep ini dalam ajang Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional [PIMNAS] ke-31 di Universitas Negeri Yogyakarta, yang akan diselenggarakan sejak 28 Agustus sampai 2 September 2018."

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya

Sumber : Harianjogja.com