Tekan Harga Jagung, Bupati Se-Jateng Dipaksa Pasang Badan

Petani memanen jagung saat panen di Colomadu, Karanganyar, Jawa Tengah, Rabu (13/12 - 2017). (Antara/Maulana Surya)
14 Oktober 2018 04:50 WIB Alif Nazzala Rizqi Semarang Share :

Semarangpos.com, SEMARANG — Pemerintah Provinsi Jawa Tengah meminta bupati dan wali kota di 35 kabupaten dan kota se-Jateng untuk mengatasi melambungnya harga jagung. Pasalnya, sebagai salah satu bahan utama pakan ternak, fluktuasi harga jagung bisa memicu tidak menentunya harga daging ayam.

Berdasarkan data Dewan Jagung Nasional, harga jagung saat ini mencapai Rp5.200/kg. Kondisi tersebut membuat pengusaha ternak menjerit, karena harga pakan ternak pun turut melambung dari asalnya Rp4.700/kg kini tembus Rp6.200/kg. 

"Sebenarnya hari ini jeritan dari para peternak adalah jagung. Kemarin, saya ketemu secara informal dengan para peternak ayam. Mereka mengeluh jagungnya masih kemahalan," kata Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, Kamis (11/10/2018).

Kebutuhan jagung di Jateng setiap harinya kini mencapai 900 ton dan untuk pakan ternak mencapai 550 ton. Mengingat beberapa daerah di Jateng menjadi lumbung jagung, Gubernur Ganjar Pranowo meminta para bupati di Jateng membantu menyelesaikan persoalan ini. 

"Saya butuh bantuan teman-teman bupati, pengusaha, dan pedagang untuk menunjukkan [jagung] sekarang ada berapa dan di mana dengan harga berapa? Nanti bisa terjangkau atau tidak?" kata Ganjar. 

Selain mempengaruhi harga daging ayam, yang terpicu atas kenaikan harga jagung dan pakan ternak adalah harga telur. Data dari Peternak Layer Nasional menyebut harga telur dari peternak saat Rp15.000/kg-Rp16.000/kg.

Ganjar berharap persoalan harga jual jagung ini tidak lama dengan support para bupati dan masyarakat. "Itu [jagung] segera dikirimkan kepada peternak agar mereka bisa ngasih pakan ternaknya dan akhirnya harga ternaknya bisa dikendalikan, ayam khususnya," katanya.

Ganjar mengaku khawatir kondisi tersebut bakal memancing para peternak menaikkan harga ternak, ayam khususnya. Selain itu, juga ada dilema lain, karena harga jagung dari luar negeri memang murah. Dia mengatakan sekarang yang dibutuhkan adalah yang di dalam negeri ini ada di mana, termasuk Jawa Tengah. 

"Apakah yang di Grobogan masih ada atau tidak. Sebenarnya kita perlu segera mencari dan mendukung agar harga ternaknya ini juga tidak tinggi," ujarnya.

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya

Sumber : Bisnis