Ganjar Minta Pembangunan Huntara di Palu Dipercepat

Gubernur Jateng, Ganjar Pranowo, meninjau pembangunan hunian sementara untuk korban gempa dan tsunami di Petobo, Palu Selatan, Senin (15/10 - 2018). (Istimewa/Humas Pemprov Jateng)
15 Oktober 2018 20:50 WIB Imam Yuda Saputra Semarang Share :

Semarangpos.com, SEMARANG — Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Tengah (Jateng) mendirikan 100 hunian sementara (huntara) untuk korban gempa bumi di Palu, Sulawesi Tenggara. Huntara itu didirikan para sukarelawan dari Jateng di Petobo Baru, Palu Selatan.

Gubernur Jateng, Ganjar Pranowo, berkesempatan melihat langsung proses pembangunan huntara itu, Senin (15/10/2018). Ia pun sempat berdialog dengan para korban gempa, salah satunya, Anita, yang baru saja melahirkan anak ketiga sehari sebelum terjadinya bencana gempa dan tsunami.

"Ini anak ketiga saya pak. Baru lahir sebelum bencana gempa," ujar Anita saat berbincang dengan Ganjar, dikutip siaran pers Humas Pemprov Jateng, Senin.

Melihat kondisi Anita, Ganjar pun meminta pembangunan huntara dipercepat. Apalagi mendekati musim penghujan seperti saat ini. Jika pengungsi berada di tenda darurat saat musim penghujan, maka akan berdampak buruk bagi kenyamanan dan kesehatannya.

"Apalagi ada bayi seperti anak ibu Anita ini, kan kasihan kalau tinggal di tenda darurat saat musim penghujan," tutur Ganjar.

Pembangunan 100 huntara bantuan dari tim sukarelawan Jateng lanjut Ganjar merupakan bantuan dari beberapa pihak. Ada anggaran dari APBD Provinsi Jateng, Korpri, Bank Jateng, Baznas, PMI, Undip dan masih banyak lagi.

“Untuk peralatan dan bahan-bahan semuanya kami bawa dari Jateng. Memang sejak keberangkatan saya sudah pesan bahwa sukarelawan tidak boleh merepotkan dan kedatangan mereka harus dapat membantu masyarakat yang terkena bencana,” terangnya.

Sementara itu, Kepala BPBD Jateng, Sarwa Pramana, menyebutkan tim sukarelawan asal Jateng akan membangun 100 huntara di Petobo, Palu. Bangunan huntara itu berukuran 4x3 meter dan sudah dikerjakan sejak empat hari lalu.

Seluruh bahan bangunan, lanjut Sarwa, didatangkan langsung dari Jateng. Huntara itu dibangun menggunakan bahan galvalum dengan dinding triplek.

“Targetnya pekan ini sudah selesai dan dapat segera dimanfaatkan oleh warga yang terkena bencana alam ini,” kata Sarwa.

Kepala Dinas Kesehatan Jateng, Yulianto Prabowo, menambahkan selain huntara, Pemprov Jateng juga mendirikan posko kesehatan dengan tenaga dokter dan perawat yang didatangkan langsung dari Jateng.

"Setiap hari rata-rata merawat 20 pasien, kita juga mendirikan tenda di beberapa rumah sakit karena kebutuhan memang sangat mendesak," kata Yulianto.

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya