Gubernur Jateng Ajak Hadapi Revolusi Industri 4.0 dengan Revolusi Kurikulum

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo menghadiri Musrenbang Regional Jawa/Bali di Daerah Istimewa Yogyakarta. (Antara/Humas Pemprov Jateng)
20 Oktober 2018 04:50 WIB Newswire Semarang Share :

Semarangpos.com, SEMARANG — Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo mendorong adanya perubahan kurikulum pendidikan sebagai modal menghadapi Revolusi Industri 4.0.

"Menghadapi Revolusi Industri 4.0 harus dengan revolusi, jangan evolusi, maka kalau opsi kita menghadapinya dengan evolusi yang biasa-biasa saja maka akibat yang ditanggung kita akan tertinggal," kata Gubernur Jateng Ganjar Pranowo saat Musrenbang Regional Jawa dan Bali di Daerah Istimewa Yogyakarta, Rabu (17/10/2018).

Musrenbang Regional Jawa dan Bali yang diselenggarakan 16-19 Oktober 2018 tersebut juga dihadiri Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta Sri Sultan Hamengku Buwono X, Gubernur Banten Wahidin, Kepala Bappeda se-Jawa-Bali, serta seluruh bupati/wali kota se-DIY. Hadir juga perwakilan dari Bappenas, Kementerian Perindustrian, serta anggota Komisi X DPR.

Menurut Ganjar Pranowo, peningkatan kapasitas sumber daya manusia saat ini menjadi poin penting bagi Indonesia. Demi peningkatan sumber daya manusia itu, lanjut gubernur Jateng itu, maka sektor pendidikan melalui kurikulumnya harus melakukan akselerasi dengan zaman secara cepat.

Oleh karena itu, ia mendorong pemerintah pusat dan pemerintah daerah untuk mengambil keputusan politis terkait langkah pendidikan tersebut. "Kalau kita menghadapinya dengan revolusi dan basisnya adalah sumber daya manusia, ubah kurikulum dengan cepat, berikan insentif pada sistem pendidikan yang baik," ujarnya.

Selain itu, kurikulum harus adaptif dan akses yang mempunyai potensi ekspor harus mendapatkan tempat yang dominan. Mantan anggota DPR itu memberi contoh, jika SMK otomotif ketika hendak praktik, maka mobil yang digunakan mestinya mobil seri baru bukannya mobil keluaran lama agar mampu bersaing dalam dunia pekerjaan, terlebih jika hendak terjun jadi wirausaha.

"Maka bagaimana cara mendampingi mereka, akses permodalan meningkatkan kapasitas sampai cara menjual, maka kita bicara e-commerce," katanya.

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya

Sumber : Antara