Cek DPT, Bawaslu Jateng Temukan 3 Nama Unik Ini...

Ilustrasi DPT Pemilu 2019. (dok. Solopos)
22 Oktober 2018 08:50 WIB Imam Yuda Saputra Semarang Share :

Semarangpos.com, SEMARANG — Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Jawa Tengah (Jateng) terus melakukan verifikasi data Daftar Pemilih Tetap (DPT) Pemilu 2019. Dalam proses verifikasi itu, Bawaslu Jateng menemukan tiga nama unik yang tak lazim digunakan hingga sempat menduga data tersebut tidak valid.

Koordinator Divisi Humas dan Hubungan Antar-Lembaga Bawaslu Jateng, Rofiuddin, menyebutkan tiga nama yang unik itu tersebar di tiga kabupaten yang berbeda. Ketiganya, yakni seorang perempuan bernama N asal Wonogiri, seorang laki-laki yang juga bernama N dari Jepara, dan IN, perempuan yang berdomisili di Kabupaten Semarang.

“Jajaran Bawaslu sempat mencurigai nama pemilih itu tidak valid dan anomali. Tapi setelah dicek, ternyata namanya memang seperti itu. Hanya terdiri dari satu huruf dan dua huruf,” ujar Rofiuddin dalam keterangan resmi.

Dari data yang diperoleh Semarangpos.com, N asal Wonogiri, merupakan perempuan kelahiran 22 Juni 1996. Ia berstatus telah menikah dan berdomisili di Dusun Jorong RT 002/RW 003, Desa Mricinde, Kecamatan Purwantoro.

Sementara, N dari Jepara merupakan seorang pria yang berstatus mahasiswa. Ia lahir 4 September 1992 dan berdomisili di Dukuh Sidang RT 036/RW 008, Desa Sinanggul, Kecamatan Mlonggo, Jepara.

Sedangkan IN, merupakan perempuan kelahiran Magelang, 25 Juli 1991. IN berstatus telah menikah dan tinggal di Dusun Ledok RT 002/RW 008 Desa Tawang, Kecamatan Susukan, Kabupaten Magelang.

Selain menemukan ketiga orang dengan nama yang tak lazim itu, Bawaslu juga menemukan data DPT dengan status jenis kelamin yang berbeda dengan yang tertulis di Kartu Tanda Penduduk (KTP). Status jenis kelamin berbeda itu atas nama Sukini, yang tinggal di Sukoharjo, Dukuh Suruhan RT 003/RW 002, Desa Karangwuni, Kecamatan Weru.

“Ada kesalahan ketik di KTP. Di KTP tertulis Sukini berjenis kelamin laki-laki. Tapi, ternyata perempuan, fotonya saja perempuan,” ujar Rofiuddin.

Verifikasi data DPT dilakukan Bawaslu Jateng guna mendapatkan validitas data pemilih pada Pemilu 2019. Dengan verifikasi itu, daftar pemilih ganda, pemilih fiktif, hingga kecurangan saat Pemilihan Anggota Legislatif (Pileg) maupun Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019 bisa diminimalisasi.

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya