Panglima Santri Sebut UU Pendidikan Madrasah Kado Hari Santri 2018

Panglima Santri Muhaimin Iskandar berpidato di hadapan ribuan santri di Lapangan Maron Temanggung dalam peringatan Hari Santri Nasional 2018. (Antara/Heru Suyitno)
29 Oktober 2018 04:50 WIB Newswire Semarang Share :

Semarangpos.com, TEMANGGUNG — Peringatan Hari Santri 2018 menjadi tonggak kemajuan Nahdlatul Ulama apalagi nanti ada Undang-Undang Pendidikan Madrasah dan Pesantren. Anggapan itu disampaikan Panglima Santri Muhaimin Iskandar pada Peringatan Hari Santri Nasional di Temanggung, Jawa Tengah, Minggu (28/10/2018).

"Insya Allah potensi dan kekuatannya akan didorong menjadi kekuatan negara, akan menjadi kekuatan pemerintahan," kata Ketua Umum DPP Partai Kebangkitan Bangsa ini.

Ia menuturkan santri ke depan bukan hanya diakui tetapi akan dibuktikan dari pesantren madrasah dan dari kaum santri lahir kekuatan bangsa yang maju dan siap bersaing dengan negara-negara lain. "Kita akan siap hadapi persaingan global, dengan pendidikan pesantren dan madrasah ini insya Allah bukan hanya unggul dalam kekuatan sumber daya manusia tetapi unggul dalam ilmu pengetahuan dan teknologi dalam menghadapi persaingan dengan bangsa-bangsa lain," katanya.

Ia berharap mudah-mudahan dalam waktu dekat akan disahkan menjadi Undang-Undang pendidikan Madrasah dan pesantren yang benar-benar menjadi payung dan tidak ada lagi pesantren yang menderita, tertinggal. "Mudah-mudahan dengan Undang-Undang Pendidikan Pesantren dan Madrasah ini kita semua bisa memajukan dan meningkatkan peran pesantren dan madrasah untuk kemajuan Indonesia menyaingi negara-negara lain," katanya.

Menurut dia, kado istimewa Hari Santri 2018 adalah disahkannya Rancangan Undang-Undang Pendidikan Pesantren dan Madrasah untuk menguatkan dan mengokohkan pesantren dan madrasah sebagai benteng moral, benteng integritas bangsa yang siap menyongsong kemajuan. "Kalau semua santri ora ana gegeran, Indonesia ora bakal tukaran karena dari pesantren dan madrasah, santri tidak pernah diajari bermusuhan dengan saudaranya, kalau ada santri mengajak bermusuhan berarti akhlaknya diragukan," katanya.

Ia mengatakan justru kaum santri menjadi pemersatu bangsa, hari ini juga momentum yang tepat Hari Sumpah Pemuda digabung dengan Hari Santri temanya "Satukan Bangsa, Satukan Indonesia". Ia berharap mudah-mudahan kaum santri terdepan dalam mengayomi dan menyatukan bangsa. "Saya yakin santrilah yang akan menyatukan dan membawa Indonesia ke arah kemajuan. Santri akan menjaga Indonesia, tetapi kalau ada yang mengganggu kaum santri juga tidak akan pernah diam dan tidak akan pernah takut menghadapi tantangan apa pun," katanya.

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya

Sumber : Antara